IBADAH MINGGU PAGI, MASA KESENGSARAAN KE-1 DI GKI SILOAM SANOBA, 7 FEBRUARI 2016


Ibadah Minggu Pagi, Masa Kesengsaraan Ke-1 di GKI Siloam Sanoba Nabire, 7 Februari 2016
Pembacaan firman Tuhan Markus 7:1-13 “Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi”
Pelayan firman Pdt.M.Lawalata,S.Th

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi, pembacaan kita pada minggu pagi ini mau menunjukan kepada kita semua terkait sikap Yesus terhadap kehidupan orang-orang yang saat itu mengaku bahwa mereka adalah orang percaya dan juga pemuka-pemuka agama, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Pada mulanya yang dimaksudkan dengan hukum taurat adalah sepuluh hukum Tuhan yang di terima oleh Musa, kemudian makna itu mulai berkembang karena yang menulis kitab ini adalah Musa maka di sebutlah dalam kitab-kitab Musa sebagai Taurat atau cara hidup umat dengan Tuhan.

Pada abad ke-III masehi atau abad setelah kehidupan Tuhan Yesus di di dunia, intisari dari semua penjelasan itu di perluas dan di tulis dalam sebuah tulisan yang di sebut Mesiana atau tulisan yang memuat tentang peraturan-peraturan yang dan larangan-larangan tentang kenajisan dalam tradisi bangsa Yahudi dan ada seribu dua ratus peraturan tentang kenajisan tersebut.


Bagi mereka orang yang tidak membersihkan diri atau najis di anggap bersalah dan kemudian menjadi sasaran bagi roh jahat yang di sebut Sitbah dan juga di anggap menjadi miskin dan hancur karena apa yang di masukan atau di makan tidak menjadi baik bagi tubuhnya, mala sebaliknya menjadi kehancuran dan sangat najis.

Bagian-bagian inilah yang di kritik secara tegas oleh Yesus karena sebagian besar pemuka-pemuka agama dan ahli-ahli Taurat saat itu mempergunakan pantangan dalam hukum-hukum padahal kehidupan mereka jauh dari apa yang di firmankan oleh Tuhan.

Dengan jelas dalam firman Tuhan saat ini pada ayatnya yang ke 6 dan 7 di situ Yesus berkata dengan tegas “Jawab-Nya kepada mereka :”Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu hai orang-orang munafik ! Sebab ada tertulis : Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahak hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi, dalam kehidupan kita tiap-tiap hari kadang kala hukum yang ada dalam adat istiadat kita, tradisi-tradisi, kita anggap sesuatu yang sakral dan tidak perlu di hilangkan bahkan kita adopsi masuk sampai kedalam gereja dan itu terjadi dengan jelas dan benar.
Salah satu hukum yang menjadi tradisi sampai saat ini dan di adobsi oleh sebagian besar pelayan yakni melarang orang yang belum menikah namun sudah berkeluarga untuk tidak makan di meja perjamuan.
Apakah ada di antara kita yang bisa mengatakan bahwa dia tidak berdosa dan melarang orang lain untuk duduk di meja yang kudus ? Saya merasa bahwa itu hal yang salah bahwa kita melarang orang untuk datang ke perjamuan kudus sedangkan misi Yesus datang buat menyelamatkan yang berdosa!

Kita semua hidup dalam kesalahan namun kesalahan kita yang terbesar adalah pikiran kita yang selalu menjelekan-jelekan orang lain, ini merupakan tradisi hidup orang jaman ini yang lagi trend. 

Orang malas ke gereja kita bilang kafir, sebenarnya yang kafir adalah orang yang bicara kafir tersebut, tetapi sebagai orang beriman jika kita tahu ada saudara kita yang malas, kita harus datang kunjungi dia dan ajak masuk  ke gereja bukan malah sebaliknya orang yang sudah masuk di dalam lumpur kita injak kepalanya tambah masuk dalam lumpur lagi.

Kita sibuk melihat kejelekan-kejelekan orang, sibuk dengan kesalahan orang dan apa yang di katakan firman Tuhan memang benar, bahwa kita bisa lihat selumbar di mata saudara kita sementara balok dalam mata kita tidak kita lihat. Inilah yang di kritik oleh Yesus dalam percakapan-Nya dengah orang Farisi dan ahli-ahli Taurat.

Pada saat ini kita masuk dalam minggu sengsara yang pertama, firman Tuhan mau menjelaskan kepada kita beberapa hal, kadang-kadang kita memakai baju yang bagus untuk menyembunyikan bagian dalam badan kita yang kotor, lebih baik kita punya baju yang kotor tetapi bagian dalam badan kita bersih.
Kadang-kadang kita hidup dengan senyum dan tawa di depan orang, tetapi dibalik itu kita mencaci maki dia dan kita membuat banyak gosip tentang dia serta kadang-kadang kita berkata pada orang lain bahwa saya percaya kepada Tuhan tetapi  ingat bahwa percaya bukan satu-satunya jaminan anda masuk kedalam kerajaan sorga, karena iman tanpa perbuatan adalah sia-sia.

Hidup kita hendaknya berlandaskan firman Tuhan dan bukan ajaran nenek moyang atau adat istiadat yang penuh dengan kefasikan.

Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. Pelangi Kasih GKI Ichtus Siriwini dan PS. PW GKI Siloam Sanoba.

PS. PW GKI SILOAM SANOBA NABIRE wujud nyata kesaksian melalui lagu untuk memuliakan Tuhan !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IBADAH MINGGU PAGI, MINGGU SENGSARA KE-7, 20 MARET 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE

IBADAH SYUKUR PENAMATAN TK BESAR GKI SILOAM SANOBA TAHUN AJARAN 2018/2019

PEMBUKAAN SIDANG JEMAAT KE-II GKI SILOAM SANOBA NABIRE, KAMIS 28 JANUARI 2016