Minggu, 10 Desember 2017

IBADAH MINGGU ADVENT 2, 10 DESEMBER 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Advent 2, 10 Desember 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt. Daud Buiney dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab 2 Korintus 8:1-15 “Pelayanan kasih”

(Baca ayat 15 seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak berkelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak berkekurangan”)

Membuka kotbahnya Pnt. Daud Buiney mengatakan bahwa sebagai orang kristen tentunya kita harus mengutamakan berbuat kasih dalam hidup kita karena kasih adalah inti dari isi kitab Taurat.

Sebagaimana yang dilakukan oleh rasul Paulus terhadap jemaat di Korintus bahwa ia menuliskan suratnya untuk mengingatkan jemaat di Korintus terkait semangat kristiani dalam hal pelayanan kasih dengan membagikan apa yang dipunyai oleh mereka kepada saudara-saudara yang berkekurangan sebagaimana dilakukan oleh jemaat di Makedonia yang walaupun hidup dalam berbagai pencobaan yang berat dan penuh dengan penderitaan namun sukacita mereka meluap dan penuh dengan kemurahan atau perbuatan kasih.

Jemaat di Makedonia hidup dalam pelayanan dan perbuatan kasih karena kepercayaan yang kokoh kepada Allah sehingga dengan iklas memberi apa yang ada pada mereka sebagai wujud pelayanan kasih dan kepedulian terhadap sesama mereka.

Kebenaran firman Tuhan pada minggu advent ke 2 ini mau mengajarkan kepada kita semua bahwa perbuatan kasih hendaklah jangan pudar dari kehidupan kita sebagai orang kristen, walaupun saat ini kita hidup di jaman yang modern dengan perkembangan teknologi yang demikian pesat, karena kasih adalah inti dari pengajaran hukum Taurat dan iman kristiani kita.

Allah adalah kasih dan oleh kasih-Nya Dia telah mengutus Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk lahir kedalam dunia bagi penenebusan dosa manusia agar manusia tidak binasa sehingga kita sebagai orang-orang yang telah di bebaskan oleh Tuhan Yesus dari dosa dan penghukuman kekal kita juga harus berbuat kasih kepada sesama kita.

Hari natal bukan hanya tentang pakaian baru serta rumah di cat dengan warna yang terang dan memasang ornamen natal yang indah-indah, tetapi hari natal menuntut kita untuk peduli dan membagi kasih kepada sesama kita yang berkekurangan agar ada sukacita bagi semua dalam menyambut kelahiran Tuhan Yesus sebagai Bayi natal yang telah datang kedunia untuk menebus dosa manusia sebagaimana pembacaan firman Tuhan saat ini dalam ayat yang ke 15 seperti ada tertulis: “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak berkelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak berkekurangan”

Minggu, 03 Desember 2017

IBADAH MINGGU ADVENT I, 3 DESEMBER 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Advent I, 3 Desember 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt.K.Sitinjak,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Zakharia 9:9-17 “Raja Mesias di Sion” dan “Israel di pulihkan kembali”

Membuka kotbahnya Pdt. K.Sitinjak mengatakan bahwa apa yang di nubuatkan nabi Zakharia dalam pembacaan firman Tuhan saat ini adalah tentang datangnya Raja Mesias yang sudah lama di nantikan karena Ia akan menghadirkan kedamaian dan pemulihan bagi Israel.

Tentu akan ada sorak-sorai saat kedatangan Raja Mesias di Sion dan situasi ini yang di gambarkan oleh nabi Zakharia ketika ia bernubuat tentang kedatangan Raja Mesias tersebut.

Dikatakan bahwa kedatangan Raja Mesias adalah kedatangan yang memulihkan secara ajaib, karena mereka akan menang atas musuh-musuh mereka karena Allah sendiri yang bertindak dan melawat umatNya.

Mesias adalah Raja yang besar dan memerintah dengan lemah lembut, kesederhanaan  serta penuh keadilan, yang kekuasaannya tidak dibatasi oleh wilayah dan waktu sebagaimana dikatakan bahwa wilayah kekuasaanNya dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.

Hal ini tentu berbedah dengan situasi dijaman ini dimana justru kesombongan, kecongkakan dan katidakadilan terjadi karena ada kekuasaan dan hal ini tentu bertolak belakang dengan Raja Mesias yang di nubuatkan oleh nabi Zakharia tersebut bahwa Ia lemah lembut dan adil.

Minggu ini adalah minggu advent I dimana kita sebagai umat yang percaya kepada Tuhan mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran Tuhan Yesus sebagai Raja Mesias dalam kehidupan kita seperti situasi yang di gambarkan dalam pembacaan firman Tuhan saat ini dan kita akan merayakan minggu advent hingga minggu advent ke IV yang di maksudkan untuk mempersiapkan jemaat dalam memasuki masa raya natal.

Marilah kita bersorak-sorai dan bergembira menyambut kedatangan Raja Mesias dalam kehidupan kita karena Dia lemah lembut dan adil serta kekuasaanNya sampai keujung-ujung bumi.

Jumat, 01 Desember 2017

KETUA KLASIS GKI NABIRE BUKA SIDANG JEMAAT KE-IV GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Bertempat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba Nabire Jumat, 1 Desember 2017 telah di laksanakan Sidang jemaat ke- IV yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Diawali dengan ibadah singkat yang di pimpin oleh Pdt. F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Yakobus 4:17 “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”


Sementara Ketua Klasis GKI Nabire Pdt. Linda Upesy, S.Th, M.Pd dalam sambutannya sebelum membuka sidang jemaat ke-IV GKI Siloam Sanoba Nabire mengatakan bahwa sidang jemaat sangat penting dilaksanakan pada tingkat jemaat agar kita dapat menyusun rancangan program dan anggaran tahun berikutnya tentu dengan memperhatikan semua potensi dan kondisi yang ada di dalam jemaat.


Sidang jemaat ke-IV GKI Siloam Sanoba berlangsung selama sehari dan diadakan dibawah sorotan thema: Datanglah kerajaanMu dan sub thema: “Sidang jemaat ke IV GKI Siloam Nabire, momotifasi kita untuk meningkatkan spritualitas dan kemandirian dalam pelayanan”

Minggu, 26 November 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 26 NOVEMBER 2017 DI GKI SILOM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 26 November 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Matius 7:7-11 “Hal pengabulan doa”

(Nats ayat 11”Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya”)

Membuka kotbahnya Pdt. F. Samsanoy mengatakan bahwa sudah pasti dalam kehidupan keluarga kristen tidak dapat hidup tanpa doa karena doa merupakan bagian yang sangat hakiki dalam kehidup kita sebagaimana yang di katakan oleh seorang tokoh revormasi gereja yakni Mathen Luter bahwa doa merupakan nafas hidup orang beriman.

Melaui doa setiap orang percaya atau keluarga menyatakan ketergantungannya kepada Allah sebagai pencipta dan orang percaya sebagai yang di ciptakanNya.

Dalam kehidupan orang kristen hal berdoa merupakan hal yang biasa dan bukan sesuatu yang baru karena sepanjang kita masi hidup doa harus terus kita lakukan terus menerus dan bukan di lakukan jika ada sesuatu yang kita ingini dijawab oleh Tuhan saja baru kita berdoa.

Jika kita percaya bahwa Tuhan adalah prioritas kehidupan kita maka kita harus berdoa kepadaNya terus menerus.

Kenyataan dewasa ini bahwa sumber kekacauan dalam kehidupan orang percaya adalah intensitas doa yang minim di lakukan baik pribadi maupun keluarga bahkan suami dan istri tidak pernah duduk dan berdoa bersama-sama buat keluarga mereka, pekerjaan bahkan masa depan anak-anak.

Setiap doa yang kita naikan kepada Tuhan pasti di dengar oleh Dia dan Dia pasti menjawab setiap doa kita seturut dengan kehendakNya dan jawaban Tuhan atas doa-doa kita adalah jawaban yang terbaik.

Kehidupan orang kristen tidak boleh terlepas dari doa yang di naikan kepada Tuhan secara terus menerus sepanjang kita masi berada di dunia ini. 

Minggu, 19 November 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 19 NOVEMBER 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE



Ibadah Minggu Pagi, 19 November 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt.D. Situru,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Habakuk 2:1-5 “Orang benar akan hidup oleh percayanya”

(Baca Ayat 4b “Tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya”)

Mengawali kotbahnya Pdt. D. Situru mengatakan bahwa semua manusia pasti pernah mengalami yang namanya kebingungan dalam hidup ini, banyak hal yang terjadi di sekitar kita mengakibatkan kita menjadi bingung karena kita melihat atau mengalami sesuatu yang menurut kita tidak masuk akal karena bertentangan dengan akal sehat atau iman dan percaya kita.

Seperti pembacaan firman Tuhan saat ini dimana nabi Habakuk sangat bingung melihat kenyataan saat itu yang bertentangan dengan pandangan dan keyakinannya bahwa penderitaan yang di alami oleh bangsanya sementara orang fasik atau mereka yang tidak beriman kepada Allah yang benar kelihatannya hidupnya lebih baik dan penuh dengan kelimpahan dan kenapa Tuhan tidak menghukum mereka, demikian  menurut pandangan nabi Habakuk.

Seolah-olah Tuhan tidak adil dalam kehidupan ini, oleh sebab itu nabi Habakuk berteriak dan melakukan protes kepada Tuhan setelah melihat keadaan yang dialami oleh bangsanya dan memohon kepada Tuhan berapa lama lagi dia harus berteriak dan memprotes kepada Tuhan, mengapa bangsa-bangsa lain yang tidak percaya kepada Tuhan berkembang lebih besar, lebih maju dan lebih kuat yakni orang Kasdim sementara umat Israel hidup dalam keterpurukan dan penindasan dan kenapa Tuhan tidak menolong mereka yang adalah umat pilihanNya.

Hal-hal di atas membuat nabi Habakuk bingung dengan sikap Tuhan dan dia mengadu dan bertanya kepada Tuhan untuk menyampaikan aspirasinya dan membutuhkan jawaban Tuhan secepatnya dan Tuhan menjawab permohonan Habakuk yakni bahwa penglihatan itu di tulis pada loh-loh batu supaya orang yang berjalan di dekatnya dapat membaca, melihat, tahu dan menindaklanjuti apa yang di tulis pada loh-loh batu itu.

Tindakan konggrit agar setelah orang membaca tulisan-tulisan itu dapat di siarkan kepada semua orang terkait situasi yang membingungkan itu agar mereka tidak bingung lagi dengan maksud Tuhan terhadap situasi saat itu.
Kita akan mengerti maksud Tuhan jika kita membuka hati kita untuk menerima Roh Kudus bekerja bagi didalam hidup kita.

Tanda-tanda kebingungan yang di alami oleh nabi Habakuk menunjukkan tanda-tanda akhir zaman bahwa zaman ini akan berakhir.

Rancangan Tuhan bagi orang Kasdim yang hidup dalam kefasikan ada saatnya akan di hukum demikinan juga orang sale yang telah berubah setia kepada Tuhan juga akan di hukum dan inilah yang di sebut penggenapan janji Tuhan dan janji Tuhan terbesar bagi kita adalah dengan datangnya Mesias Raja Damai itu maka kekuatan orang fasik dengan sendirinya akan di singkirkan.

Mesias akan menghancurkan dan mengalahkan seluruh kekuatan-kekuatan yang menyombongkan dirinya selama ini sehingga orang-orang yang beriman tidak boleh bingung dan bimbang serta ragu dalam hidupnya setelah melihat kanyataan yang bertolak belakang dengan iman dan percayanya sebab Mesias atau Yesus Kristus adalah jawaban yang Allah berikan untuk menjawab kebingungan nabi Habakuk tetapi juga kita semua yang percaya kepada Allah melalui Tuhan Yesus Kristus.


Minggu, 05 November 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 5 NOVEMBER 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 5 November 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt.F.Raru,STh dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Kejadian 18:16-33 “Doa syafaat Abraham untuk Sodom”

(Nats Pembacan: Ayat 53 “Lalu pergilah Tuhan, setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat tinggalnya”)

Abraham telah bersayafat kepada Tuhan terkait dengan Sodom ketika dia mengantarkan Tuhan dan kedua malaikat yang terlebih dahulu singgah di kediamannya dalam perjalanan mereka yang hendak ke Sodom dan Gomora untuk memusnakannya karena kejahatan yang telah di lakukan oleh penduduknya sangat luar biasa bejat dan jahat di mata Tuhan.

Tuhan sangat menghargai Ambraham sebagai nabiNya dan juga orang yang meletakan dasar kepercayaan kepada Tuhan dengan segenap hati sehingga Dia tidak bermaksud untuk menyembunyikan perkara pemusnahan Sodom dan Gomora yang akan dilakukan oleh-Nya kepada Abraham.

Sehingga terjadi percakapan antara Abraham dengan Tuhan yang juga di sebut doa syafaat Abraham dimana Abraham telah memberanikan dirinya untuk bertanya dalam bentuk percakapan kepada Tuhan dan Tuhan bercakap-cakap dengan Ambraham seperti seorang bapak kepada anaknya.

Abraham berbicara dengan Tuhan dengan bertanya jika lima puluh orang di dapati disana apakah dia akan memusnakan kota itu dan jawab Tuhan bahwa Dia tidak akan memusnakan kota itu jika di dapati ada kelima puluh orang di sana dan pertanyaan Abraham berlanjut hingga terdapat sepuluh orang di sana dan jawab Tuhan bahwa Dia tidak akan memusnakan kota itu kerana yang ke sepuluh orang percaya itu.

Dan tepat seperti yang di firmankan oleh Tuhan kepada Abraham bahwa ketika Sodom dan Gomora dimusnakan hanya ada tiga orang yang selamat yakni Lot dan kedua anak perempuannya karena istri Lot yang awalnya juga selamat namun berubah menjadi tiang garam karena tidak mendengarkan kata malaikat Tuhan yang di utus untuk memusnakan kota itu dengan menoleh kebelakang.

Abraham adalah manusia sama dengan kita dan dengan iman dan percaya dia kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh sehingga Tuhan sangat menghargainya sehingga Dia memberitahukan rencana pemusnahan Sodom dengan tidak menutupinya kepada Abraham.

Dalam kehidupan kita sebagai pribadi kitapun sangat di hargai oleh Tuhan, bahkan Dia relah untuk lahir ke dunia bahkan mati di atas atas salib untuk menebus dosa kita. Melalui Roh Kudus Dia akan senantiasa memberitahukan kepada kita terkait dosa dan pelanggaran kita sehingga kita dapat berbalik kepadaNya dan memohon pengampunan melalui doa dan pertobatan kita agar kita tidak binasa dengan dosa tersebut.

Setiap orang kristen harus mencontohi sikab Abraham dengan berdoa syafaat karena hakekat doa bagi orang kristen adalah nafas hidup orang percaya.

Selasa, 31 Oktober 2017

IBADAH AKHIR BULAN OKTOBER 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Akhir Bulan Oktober 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt. Daud Buiney dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Yohanes 15:1-8 “Pokok anggur yang benar”

Membuka kotbahnya Pnt. Daud Buiney mengatakan bahwa sebagai umat Tuhan kita harus bersyukur kepadaNya karena atas berkat dan perlindunganNya kini kita telah berada di hari yang ke 304 di tahun 2017 dan juga bertepatan dengan 500 tahun reformasi yang di cetus oleh Marten Luter sebagai tonggak sejarah berdirinya aliran protestan pada kekristenan (31 Oktober 1517—31 Oktober 2017)

Pembacaan firman Tuhan saat ini bercerita tentang pengajaran Tuhan Yesus kepada murid-muridNya bahwa “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku  yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah di bersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah” (Ayat 1 & 2)

Sebagai orang percaya kita di tuntut Tuhan agar berbuah dalam pelayaanan, dalam kasih dan hidup kita sebab untuk maksud  itulah kita di panggil dalam persekutuan dengan Tuhan supaya buah yang kita hasilkan menjadi kesaksian bagi sesama kita agar mereka juga percaya dan dikuatkan imannya kepada Tuhan.

Anggur bagi bangsa Israel sendiri menggambarkan kemakmuran dan sukacita serta persekutuan yang indah antara Tuhan dan umat ciptaanNya.

Firman Tuhan sangat jelas mengatakan bahwa kita tidak dapat berbuah dan menghasilkan banyak buah dalam pelayanan kita jika kita tidak tinggal pada pokok anggur tersebut karena siapa berada di luar pokok anggur sama dengan ranting yang tidak berguna karena akan layu dan kering serta di kumpulkan orang untuk di bakar.

Biarlah kita tetap berpegang pada Pokok Anggur yang benar yakni Tuhan Yesus Kristus agar kita terus menghasilkan buah dan buah itu juga akan di nikmati oleh sesama kita sebagai pernyataan kasih Tuhan kepada mereka melalui anak-anakNya.

Hari-hari hidup ini membuat waktu terasa berlalu dengan begitu cepatnya karena berbagai kesibukan kita dan tidak terasa kita akan masuk pada minggu-minggu advent atau minggu-minggu penantian menjelang kelahiran Juruselamat yakni Tuhan Yesus Kristus pada hari natal.

Mengakhiri kotbahnya Pnt. Daud Buiney menekankan bahwa kita masi hidup dan bernapas hingga dapat melewati bulan oktober 2017 ini bukan karena kemampuan, kekuatan dan kegagahan kita tetapi semata-mata karena kasih dan kemuraan Allah Bapa melalui anakNya Tuhan Yesus Kristus yang terus memelihara hidup kita.