Selasa, 17 Januari 2017

PEMBUKAAN IBADAH KELUARGA PADA WYK 2 GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Bertempat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba Nabire selasa sore  (17/1) telah dilaksanakan pembukaan ibadah keluarga pada WYK 2 GKI Siloam Sanoba yang di pimpin oleh Pnt.Lambert Rumbiak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab injil Markus 1:9-11 “Yesus dibabtis Yohanes”

Dalam kotbahnya Pnt. Lambert Rumbiak mengatakan bahwa pembacaan firman Tuhan saat ini bercerita bahwa ketika Yesus dibabtis oleh Yohanes dan ketika Ia keluar dari air Ia melihat langit terkoyak dan Roh seperti burung merpati turun ke atasNya dan terdengar suara dari sorga Engkaulah anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.

Pembacaan firman Tuhan saat ini sangat jelas menceritakan bahwa dalam mengawali seluruh pekerjaan-Nya Yesus memberikan diri-Nya dibabtis oleh Yohanes pembabtis dan hal tersebut dilakukan oleh Yesus karena Ia mentaati perintah dari Bapa-Nya.

Yang menjadi pertanyan kenapa sampai Yesus harus di babtis..?
Ada dua hal yang dapat menerangkan pertanyaan diatas yakni karena Yesus adalah Anak Allah yang kudus dan yang kedua Yesus tidak berdosa sehingga Dia harus dibabtis untuk menggenapi apa yang diinginkan oleh Bapa sebelum mengawali seluruh pekerjaan-Nya dalam melayani umat Israel pada saat itu.

Begitu juga dengan kita semua yang percaya kepada Tuhan Yesus bahwa mengawali seluruh pekerjaan  dan pelayanan kita di tengah-tengah jemaat dan lebih khusus dalam WYK 2 GKI Siloam Sanoba  hendaklah kita merendahkan diri seperti Yesus agar Roh kudus dapat turun dan membimbing kita dalam tugas dan pelayanan kita, karena jika kita tetap tinggi hati dan angkuh diri maka Roh kudus tidak akan turun kepada kita.

Kiranya Roh kudus memampukan kita untuk terus bersekutu, bersaksi dan melayani Tuhan dalam jemaat kita dan secara khusus pada WYK 2 GKI Siloam Sanoba.

Minggu, 15 Januari 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 15 JANUARI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 15 Januari 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt. Daud Bunei dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab injil Markus 1:9-11 “Yesus dibaptis Yohanes”

Dalam kotbahnya Pnt. Daud Buinei mengatakan walaupun Yesus sendiri mengetahui bahwa Dia adalah Anak Allah dan berkuasa tetapi Dia harus membiarkan diri-Nya untuk dibabtis oleh Yohanes pembabtis sebagai langka awal mengawali seluruh pelayananNya sebagaimana maksud kedatanganNya ke dalam dunia.

Pembacaan firman Tuhan saat ini bercerita bahwa ketika Yesus keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. (Markus 1:10-11)


Bagian pembacaan firman Tuhan ini harusnya memotifasi kita semua bahwa tujuan hidup kita adalah untuk melayani Tuhan dan sesama dengan apa yang kita miliki dan melayani yang di maksud bukanlah sekedar dengan kata-kata tetapi harus dengan iman dan perbuatan kita.

Minggu ini kita akan memulai semua kegiataan pelayanan baik di WYK dan juga Unsur dalam jemaat kita di Tahun 2017 ini, semoga Roh Kudus akan memampukan kita dalam melaksanakan pelayanan kita sebagaimana yang di perbuat oleh Tuhan Yesus.

Setelah ibadah di laksanakan jamuan kasih dalam bentuk makan bersama bagi seluruh anggota jemaat sebagai tanda di bukanya kegiatan pelayanan Tahun 2017 dalam jemaat GKI Siloam Sanoba Nabire dan pencopotan ornamen natal dalam gedung gereja.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. Sandiki dan Solo Kasih.

Selasa, 10 Januari 2017

PERAYAAN NATAL GABUNGAN 2016 BAGI PNS, TNI, POLRI DAN MASYARAKAT SE-KABUPATEN NABIRE


Bertempat di kantor Bupati Nabire, selasa pagi tadi (10/01/17) pukul 09:00 Wit hingga selesai telah dilaksanakan Natal gabungan 2016 bagi PNS, TNI, POLRI dan MASYARAKAT  se-Kabupaten Nabire yang di pimpin oleh Pastor Stevanus Yogi, Pr degan mengambil pembacaan firman Tuhan dari injil Lukas 2:8-14 “Gembala-gembala” 
Dalam kotbah singkatnya Pastor Stevanus Yogi mengatakan gembala-gembala harus meninggalkan pekerjaan dan tugas mereka untuk menjaga kawanan domba dan pergi untuk melihat bayi Yesus yang berada dalam palungan karena malaikat Tuhan telah menyampaikan kepada mereka “hari ini telah lahir bagimu, Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud” (Lukas 2:11)


Peristiwa perjumpaan para gembala dengan sang bayi Yesus tersebut bukan hanya terjadi dua ribu tahun yang lalu, tetapi hari ini sebagaimana kata firman Tuhan, saat ini dimana kita berada, kita mau menghadirkan Kristus didalam setiap hati dan sanubari kita.

Natal bukanlah tentang kemewahan dengan pernak-perniknya baik pohon dan lampu Natal, tetapi bagaimana kita mau menjadikan diri kita sendiri sebagi palungan yang hidup agar Yesus selalu lahir dan kita mengalami kasih dalam kehidupan ini sebab kelahiran Yesus bukan membawa kehancuran, ancaman, penderitaan serta kegelapan bagi manusia tetapi kelahiran Yesus membawa terang, kedamaian dan suka cita, sehingga kita hidup dalam satu keluarga yang menciptakan terang, kedamaian dan sukacita tersebut.

Sementara Bupati Nabire Isaias Douw dalam sambutannya setelah ibadah Natal mengatakan bahwa perayaan Natal gabungan ini kiranya menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, persaudaraan dan persatuan serta saling menghargai antar sesama kita dan juga dengan pemeluk agama yang lainnya.

Perayaan Natal saat ini dilaksanakan dibawah sorotan Tema: HARI INI TELAH LAHIR BAGIMU JURUSELAMAT, YAITU KRISTUS TUHAN DI KOTA DAUD" (lUKAS 2:11) DAN sub TEMA: MELALUI NATAL KITA TINGKATKAN IMAN DAN KERUKUNAN DEMI KESELAMATAN UMAT DI KABUPATEN NABIRE.

Perayaan Natal gabungan ini juga diisi dengan kesaksian lagu dan Fragmen oleh PS. Jemaat GKI Maranatha Malompo, PS. GKI Tabernakel Oyehe, VG. Kodim 1705 Nabire, PS. Pesparawi, VG Krisopras GKI Malompo, Sanggar Kritomini GKI Tabernakel Oyehe, PS. Paroki KSK Bukit Meriam, VG. Yonif 753/Raider dan VG. Denzipur 12.


Turut hadir pada ibadah Natal Gabungan ini adalah Bupati dan Wakil Bupati Nabire beserta unsur FORKOPIMDA, para kepala SKPD, Tokoh Masyarakat, PNS, TNI, POLRI dan Masyarakat.

Pada akhir ibadah dilaksanakan penarikan doorprize yang telah di sediakan oleh panitia dengan nomor undian yang telah di tempel pada liturgi ibadah.

Minggu, 08 Januari 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 8 JANUARI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 8 Januari 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. Sandi N. Ishack, S.Si dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab injil Yohanes 1:29-34 “Yohanes menunjuk kepada Yesus”

Dalam kotbahnya Pdt. Sandi N. Ishack mengatakan bahwa pembacaan firman Tuhan saat ini berbicara mengenai kesaksian dari Yohanes pembabtis tentang Anak domba Allah. Di ceritakan bahwa ketika Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan dia berkata : ”Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29b).

Hal tersebut diperbuat oleh Yohanes sebagai kesaksiannya terkait siapa itu Yesus, karena saat itu semua orang di Yerusalem baik orang Yahudi dan juga para imam telah menanti dan bertanya-tanya siapa Dia yang disebut Mesias itu ?

Bahkan mereka sempat menyangka bahwa Yohanes adalah Mesias itu, tetapi Yohanes dengan tegas mengatakan bahwa dia bukanlah Mesias, dia adalah orang yang di utus oleh Allah untuk mendahului Mesias seperti yang di sebutkan oleh nabi Yesaya “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita. Setiap lembah harus di tutup dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran” (Yesaya 40:3-4) 


Jelaslah bahwa kebaradaan Yohanes pembabtis adalah untuk mempersiapkan jalan bagi pelayanan Yesus yang adalah Mesias untuk berkarya sebagaimana maksud dan tujuan kedatangan-Nya ke dunia untuk menghapus dosa dunia dan juga sebagai saksi yang memberitakan kepada orang Yahudi dan para imam saat itu siapa Dia yang adalah Mesias yang dinantikan selama ini oleh mereka.

Yohanes dalam kesaksiannya mengatakan bahwa dia hanya membabtis dengan air tetapi Yesus-lah yang akan membabtis dengan Roh Kudus sebagaimana firman yang di sampaikan Allah kepadanya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat umat manusia memiliki beberapa gelar atau sebutan diantaranya: Anak domba Allah, Firman Allah yang hidup, El Lohim, El Sadai, Allah yang perkasa, Raja Damai  dan lain sebagainya.

Dari kesaksian Yohanes bahwa Yesus adalah firman Allah (Sabda) yang hidup dan datang buat menghapus dosa dunia sebagaimana tertulis pada awal penulisan injil Yohanes kiranya memampukan dan menguatkan kita juga sebagai orang percaya di saat ini untuk terus bersaksi tentang Yesus dan cinta kasih-Nya bagi umat manusia sehingga  Dia harus datang buat menghapus dosa dunia.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh PS. Majelis Jemaat Siloam.

Minggu, 01 Januari 2017

IBADAH AWAL TAHUN, MINGGU 1 JANUARI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Sebagai orang percaya kita sudah seharusnya mengucap syukur kepada Tuhan karena lewat kasih dan perlindungan-Nya kita telah di perkenankan untuk hidup dari tanggal 1 januari 2016 hingga tanggal 31 desember 2016 kemarin dengan selamat dan kini kita telah memasuki tanggal 1 januari 2017 hari ini dalam keadaan yang baik dan sehat.

Semuanya ini boleh terjadi karena kasih dan anugerah Tuhan yang Dia limpahkan bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya dan tetap setia mencari Dia dalam setiap kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Demikian kutipan kotbah Pdt. F. Samsanoy, S.Th pada ibadah awal tahun 2017 di GKI Siloam Sanoba yang di laksanakan minggu pagi 1 januari 2017  dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Mazmur 37:22-29.


Lebih lanjut menurut Pdt.F. Samsanoy bahwa firman Tuhan pada ibadah awal tahun 2017 ini berbicara tentang kebahagiaan orang fasik yang semu atau sementara dan tidak kekal dan hal ini tentunya berbanding terbalik dengan kebahagiaan orang benar yang adalah kebahagiaan yang kekal.

Kita saat ini hidup di negara modern yang berdasarkan hukum, sehingga segalah sesuatu di atur dengan hukum dan kita tidak tidak boleh melanggar hukum karena siapa yang melanggarnya maka akan ada konsekwensinya, demikian juga dengan Tuhan bahwa Dia telah membuat hukum dan perintah-perintah-Nya yang tidak boleh dilanggar oleh setiap umat-Nya karena siapa yang melanggarnya ada konsekwensi atau hukuman berupa dosa.

Jika kita ingin hidup tidak melawan hukum dan perintah Tuhan maka kita harus berlaku seperti orang benar atau saleh yang selalu berharap akan tuntunan dan pemeliharaan Tuhan. Sebab siapa yang berharap kepada Tuhan akan di tuntun oleh-Nya menjalani tahun yang baru ini.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh Duet dan Solo WYK 1 Siloam.









Sabtu, 31 Desember 2016

IBADAH MENGAKHIRI TAHUN 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Bertempat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba Nabire sore tadi (31/12) hingga malam telah dilaksanakan ibadah mengakhiri Tahun 2016 yang di pimpin oleh Pdt.F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Pengkhotbah 8:1-13.

Dalam renungannya Pdt.F. Samsanoy mengatakan bahwa firman Tuhan saat ini berbicara terkait hikmat atau yang dalam bahasa Ibrani di sebut khokhmah atau ajaran, nasehat, didikan, petua dari seorang guru yang di sampaikan kepada muridnya atau dari orang tua yang disampaikan kepada anak-anaknya.


Hikmat diajarkan oleh guru dan juga orang tua kepada murid dan anak dengan maksud agar anak-anak dapat hidup dengan baik. Kitab pengkhotbah juga mengatakan bahwa orang yang berhikmat adalah orang yang takut kepada Tuhan Allah di sorga dan pada ayatnya yang pertama pada pembacaan firman Tuhan saat ini dikatakan bahwa orang yang berhikmat dapat menyelesaikan segalah perkara.

Orang berhikmat sudah pasti selalu mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, kita semua yang percaya kepada Tuhan adalah orang yang berhikmat sehingga kita dimampukan buat menghadapi segalah permasalahan dan pergumulan hidup dan menempatkan Tuhan di depan kita.


Dalam tahun 2016 ini kita sering melihat orang fasik hidup senang sementara orang saleh hidupnya penuh penderitaan, tetapi hendaknya hal itu tidak menyurutkan iman dan percaya kita kepada Tuhan, sebab rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera sehingga tidak ada alasan menjadi kecewa dan menjahui Tuhan.

Tahun 2017 yang akan kita masuki ini adalah penuh dengan misteri dan rahasia bagi kehidupan kita, maka kita harus betul-betul mencari Tuhan dan melaksanakan hikmat itu dalam kehidupan kita agar kehidupan kita selalu di pimpin dan diarahkan oleh Tuhan dalam menjalani Tahun 2017 nanti.


Dalam ibadah ini juga dilaksanakan aksi spontanitas oleh unsur PAR dan PAM Siloam yang membawakan fragmen terkait kasih seorang anak kepada ibu, bapa dan juga kakek mereka dimana sebagai anak mereka merasa tidak dapat memberikan yang terbaik kepada orang tua mereka dan hanya dapat memberi sebuah kalung yang terbuat dari lampion Natal di akhir tahun 2016 ini.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG PW Siloam, VG WYK 2 Siloam, VG PAR dan PAM Siloam dan Trio PAR Siloam.




Jumat, 30 Desember 2016

PERAYAAN NATAL WYK 2 GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Orang majus adalah orang yang tidak mempercayai Tuhan dan mereka ahli atau berprofesi sebagai ahli dalam ilmu perbintangan. Biasanya mereka melihat bintang dan menafsir bentuk bintang tersebut serta mengaitkannya dengan kehidupan manusia serta kejadian yang akan terjadi.

Demikian kutipan kotbah pada ibadah perayaan Natal WYK 2 GKI Siloam Sanoba Nabire yang dilaksanakan sore tadi (30/12) di gedung gereja Siloam dan di pimpin oleh Pdt.F. Sasanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab injil Matius 2:1-12 “Orang-orang majus dari timur”


Lebih lanjut menurut Pdt.F. Samsanoy bahwa sekalipun orang-orang majus tersebut tidak percaya kepada Allah, namun  Allah mau memakai mereka untuk memperlihatkan dan menyampaikan kabar sukacita terkait kelahiran Juruselamat.

Diceritakan bahwa ketikah orang-orang majus tersebut melihat tanda bintang dan mereka berjalan terus menuju Betlehem hingga bertemu dengan raja Herodes dan menyampaikan serta bertanya kepadanya dimana Raja yang baru lahir itu, Raja orang Yahudi.

Dan yang terjadi Herodes menjadi terkejut karena dia tahu bahwa tidak ada raja di Yerusalem selain dirinya sendiri, sehingga informasi dari para majus tersebut membuat dia terkejut dan memanggil para imam dan bertanya kepada mereka terkait tempat dimana Raja itu akan lahir dan mereka berkata bahwa Dia akan lahir di Yerusalem-kota Daud.  Selanjutnya Herodes berpesan kepada para majus untuk mencari Raja itu dan jika telah bertemu mereka harus menyampaikan kepadanya agar dia juga mau menyembah-Nya,  tetapi yang sebenarnya niat dari Herodes adalah jahat sehingga Allah memperingati para majus tersebut melaui mimpi setelah bertemu dengan bayi Yesus  sehingga mereka kembali kenegerinya melalui jalan lain.


 Kelahiran Yesus sendiri untuk membawa damai dan sukacita dalam kehidupan kita, sehingga dalam kehidupan kita harus mengalami perubahan hidup dari yang negatif menjadi positif.

Kita tidak boleh tinggal dalam kehidupan yang lama yang penuh dengan dendam, iri hati dan dengki, tetapi melalui perayaan Natal kita mau mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan dengan sunguh-sungguh sebagaimana para majus telah membawa emas, kemenyaan dan mur kepada bayi Yesus maka kita juga harus mempersembahkan hidup kita sepenuhnya kepada kepada Tuhan agar hidup kita berkenan kepada-Nya.


Ibadah Natal WYK 2 ini juga di isi denga kesaksian lagu Vg. PW dan PAR Siloam.

Setelah ibadah dilakukan jamuan kasih dalam bentuk makan bersama seluruh warga WYK 2 GKI Siloam Sanoba bersama tamu undangan.