Kamis, 27 April 2017

IBADAH SYUKUR PERAYAAN HUT GKI SILOAM SANOBA NABIRE KE-3, KAMIS 27 APRIL 2017


Bertempat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba Nabire sore tadi (27/04) telah dilaksanakan ibadah perayaan HUT GKI Siloam Sanoba ke-3 Tahun yang di pimpin oleh Pdt. F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Filipi 1:22-25 “Kesaksian Paulus dalam penjara”

Dalam renungannya Pdt. F. Samsanoy mengatakan bahwa ketika Paulus harus di tangkap dan dimasukan kedalam penjara justru hal tersebut berdampak pada kemajuan injil sebab Paulus di penjara justru karena kebenaran injil dan juga banyak orang tidak mau mendengar dan percaya kepada injil sehingga mereka menentang  dan menghambat dia dalam menyampaikan kebenaran firman injil Kristus tersebut kepada semua orang dan mereka yang menentang dan mengambat pelayanan dia, merekalah yang menangkap dan memasukan Paulus kedalam penjara.


Dan Paulus sangat mengucap syukur kepada para saudara-saudaranya yan g telah menerima injil tersebut dan menulis pada ayat ke 22a pada pembacaan firman Tuhan saat ini “Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberikan buah” dan hal tersebut merupakan motifasi dalam diri Paulus sendiri.

Begitu juga dengan semua hal yang kita lakukan dalam kehidupan kita ini bahwa kita selalu inginkan agar pekerjaan apa saja yang kita lakukan selalu berhasil dan itulah motifasi semua manusia sebagaimana yang Paulus katakan pada ayat 22a tersebut.


Hari ini kita merayakan Hut ke-3 Tahun gereja kita di bawa sorotan Tema “BEKERJA MEMBERIKAN BUAH (Filipi 1:22a) dan Sub Thema “dengan HUT ke-3 GKI Siloam meningkatkan kebersaman dan kesetiaan bekerja demi perkembangan kemajuan menuju jemaat yang misioner”,  sehingga di harapkan kepada semua warga jemaat GKI Siloam Sanoba agar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam pelayanan di jemaat maupun di setiap unsur dan WYK dimana kita ikuti.

Umur 3 Tahun adalah usia yang sangat muda sekali bagi gereja kita, tapi dalam usia yang sangat muda ini kita telah banyak bekerja, serta  dengan kebersamaan warga jemaat kita telah mendirikan wadah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di lingkungan gereja kita yang mulai beroperasi pada tanggal 18 April 2017 dan selanjutnya akan didirikan Taman Kanak-Kanak (TK) pada bulan-bulan kedepan di tahun ini juga dimana hal tersebut merupakan ide dan swadaya dari jemaat (Pengasuh sekolah Minggu Siloam) serta kita telah melakukan pembangunan pondasi gereja dan pagar yang merupakan bukti dari kerja kita yang tidak sia-sia.


Tuhan telah menuntun kita dalam perjalan jemaat ini serta menuntut kita untuk bekerja dengan baik agar menghasilkan buah yang baik dari pekerjaan di tengah-tengah jemaat kita serta lingkungan dimana kita berada hingga berbangsa dan bernegara.


Ibadah juga di isi oleh kesaksian lagu dari Solo PKB Betania Asdim Siriwini, Solo PW dan VG. PKB Siloam Sanoba.

Minggu, 23 April 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 23 APRIL 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Tetapi yang di inginkan oleh Yesus dari pengakuan Simon Petrus adalah mengikuti teladan Dia dengan mengembalakan domba-domba kejalan yang benar sebagaimana yang telah Yesus lakukan dalam pelayanan bersama dengan murid-muridNya.

Demikian kutipan kotbah pada Ibadah Minggu Pagi, 23 April 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. Maria Mandosir, S.Si dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Yohanes 21: 15-19 “Gembalakan domba-domba-Ku”

Lebih lanjut dalam kotbahnya Pdt. Maria Mandosir, S.Si mengatakan bagaimana perasahan saudara dan saya jika orang yang kita cintai dan kasihi bertanya berulang kali kepada kita apakah engkau mengasihi ku..?? Sebagai manusia pasti kita merasa sedih dan juga mungkin jengkel karena dengan cara bagaimana lagi kita akan meyakinkan orang tersebut bahwa kita benar-benar mengasihi dia. Dan jawaban yang di butuhkan oleh si penanya adalah membutuhkan jawaban yang sesungguhnya dan bukan jawaban yang sekedarnya.

Hal demikian juga yang di alami oleh Simon Petrus ketika Yesus bertanya berulang kali kepadanya ”Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku” hingga tiga kali dan pada pertanyaan yang ketiga Yesus berkata kepada Simon Petrus “Gembalakanlah domba-domba-Ku” dan pada pertanyaan ketiga itulah Simon Petrus menjadi sedih karena Yesus seolah-olah meragukan kasihnya kepada Yesus.

Sebagai Tuhan, Yesus pasti telah mengetahui kesungguhan hati Simon Petrus yang sudah tentu mengasihi Dia, tetapi Yesus juga butuh pengakuan dari mulut Simon Petrus sebagai murid yang tertua di depan murid-murid lainnya dan pengakuan Simon Petrus tersebut dimaksudkan untuk  menguatkan murid-murid lainnya dalam menjalankan tugas mengembalakan domba-domba sebagai mana yang telah Yesus lakukan saat masi bersama-sama dengan mereka.

Sebagai orang percaya yang telah di selamatkan, kita juga di beri tugas untuk mengembalakan dan menuntun banyak orang agar mengenal Yesus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamat sebagaimana yang di pesankan Tuhan Yesus kepada Simon Petrus untuk mengembalakan domba-domba karena untuk maksud demikianlah Yesus telah datang ke dunia dan relah mati untuk menebus dosa umat manusia agar manusia di selamatkan dan kembali bersekutu dengan Allah Bapa di sorga. 

Minggu, 16 April 2017

IBADAH PASKAH KE- I, 16 APRIL 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Hari ini adalah hari yang sangat istimewa dan sangat spesial bagi kita umat kristiani, hal ini di karenakan ada peristiwa besar yang tercatat dalam kehidupan umat manusia dan hal tersebut menjadi hal sangat penting sampai saat ini, dimana Alkitab mencatat sosok Mesias atau Raja yang bernama Yesus dimana Ia lahir di Betlehem pada kandang yang hina, tetapi juga yang dapat menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati serta yang lapar di berikan makan bahkan yang berduka di hibur dan Yesus yang sama juga sangat sayang kepada anak-anak serta akhir dari kehidupan-Nya bukan mati dengan mulia atau terhormat tetapi melalui suatu peristiwa penderitaan yang luar biasa serta tergantung diatas kayu salib diantara para penjahat dan pada hari ini atau tepatnya hari ketiga setelah kematian-Nya Dia bangkit dan hidup.

Demikian kutipan kotbah pada Ibadah Paskah I, Minggu 16 April 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire yang di pimpin oleh Pdt. Benyamin Komegi, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Markus 16:1-8 “Kebangkitan Yesus”

Lebih lanjut menurut Pdt. Benyamin Komegi bahwa jika Tuhan Yesus tidak bangkit maka sia-sialah kepercayaan bapak, ibu, saudara-saudari dan anak-anak bahkan saya sendiri kepada Tuhan, tetapi kebangkitan Tuhan Yesus yang kita rayakan saat ini sangat penting dalam kehidupan kita sebagai umat Tuhan.


Kita merayakan peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus setiap tahunnya bukan sebagai suatu rutinitas perayaan tetapi justru hal tersebut menunjukan iman kita yang kuat akan karya dan cinta Tuhan bagi kita sehingga Dia relah untuk berkorban bagi kita dan bangkit pada hari ke tiga setelah mengalakan maut.

Sehingga hari ini merupakan hari yang sangat spesial bagi iman kekristenan kita yang percaya akan karya penebusan oleh Allah melalui Yesus Kristus Tuhan kita yang membayar lunas utang dosa kita dan yang hidup serta berkuasa selama-lamanya setelah mengalahkan maut oleh kebangkitan-Nya.

Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh solo Bapak Paulus Yawan

Ibadah Paskah Ke-II bagi jemaat dalam Rayon 1 Klasis GKI Paniai yang meliputi GKI Ichtus Siriwini, GKI Paulus Sanoba Pantai, GKI Betania Asdim Siriwi, GKI Efata Sanoba Dalam dan GKI Siloam Sanoba akan di laksanakn pada hari senin, tanggal 17 April 2017 di GKI Betania Asdim Siriwini pada pukul 09:00 Wit.

Sabtu, 15 April 2017

KEGIATAN PASKAH 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Kegiatan paskah Tahun 2017 di jemaat GKI Siloam Sanoba tidaklah semeria tahun-tahun sebelumnya dimana sejak jemaat Siloam di lembagahkan menjadi jemaat mandiri pada tahun 2014 pada tahun 2015 dan 2016  selalu di adakan camping paskah bagi anak sekolah minggu yang dilakukan oleh para pengasuh dan berbagai kegiatan yang menyemarakkan camping paskah sekolah minggu GKI Siloam Sanoba Nabire.

Namun pada tahun 2017ini  kegiatan camping paskah bagi anak sekolah minggu Siloam di tiadakan  karena bertepatan dengan dilaksanakan Sidi bagi ke 19 orang bertepatan dengan ibadah Jumat Agung (14/4) yang mana sebagian besar dari peserta sidi adalah mereka yang berasal dari unsur PAR Siloam.


Namun hal tersebut tidak menyurutkan niat dan  semangat merayakan paskah bagi anak-anak sekolah minggu GKI Siloam Sanoba Nabire dan juga warga jemaat dimana pada malam ini (15/4) diadakan beberapa kegiatan untuk menyemarakan malam penantian menjelang fajar paskah menyambut kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang telah mengalahkan maut dan hidup untuk selama-lamanya.



Adapun kegiatan yang dilaksanakan pada malam ini adalah Cerdas Cermat Alkitab (CCA) bagi pengasuh dan anak sekolah minggu yang di ikuti oleh  sembilan regu serta puji-pujian yang dilaksanakan oleh warga jemaat bertempatan di garasi gereja.



Sesuai rencana setelah selesai kegiatan cerdas Cermat Alkitab akan dilakukan nyanyian dan puji-pujian hingga menjelang fajar paskah akan dilaksanakan pawai obor jika cuaca pada pagi hari tidak turun hujan, tetapi jika turun hujan maka puji-pujian akan tetap dilaksanakan di dalam gereja hingga pelaksanaan ibadah fajar paskah pada pukul 06:00 Wit. 

Jumat, 14 April 2017

IBADAH JUMAT AGUNG DAN PELAKSANAAN SAKRAMEN SIDI DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE, 14 APRIL 2017


Ibadah Jumat Agung dan pelaksanaan Sakramen Sidi bagi 19 anggota Sidi Baru di GKI Siloam Sanoba Nabire, 14 April 2017 di pimpin oleh Pdt.F.Samsanoy,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Markus 14:32-42 “Di taman Getsemani”

Dalam kotbahnya Pdt. F. Samsanoy mengatakan bahwa hari ini semua umat Kristiani di seluruh dunia kita merayakan dan memperingati peristiwa kematian Kristus yang di kenal dengan hari Jumat Agung, sebuah kenyataan yang mengkisahkan tentang Yesus yang pada akhirnya harus mati diatas kayu salib.

Kematian Yesus Kristus bukan masif dan karena terpaksa, tetapi itulah jalan yang harus di tempuh-Nya sesuai dengan kehendak Bapa di sorga bahwa Anak Manusia harus mengalami banyak penderitaan dan penuh sikasaan, serta jalan yang di lalui oleh-Nya adalah jalan menurun dan penyangkalan diri serta jalan darah serta air mata, dengan tubuh-Nya yang di pecahkan dan darah yang tertumpah Ia membayar lunas semua utang dosa manusia.


Pembacaan firman Tuhan saat ini menceritakan kisah Yesus berdoa di taman Getsemani (Getsemani memiliki arti tempat memeras minyak Zaitun) dan saat Yesus selesai berdoa Dia kembali dan mendapati murid-murid-Nya sedang tertidur karena tidak dapat menahan kantuk pada detik-detik menjelang Dia akan di tangkap.

Yesus sendiri menyadari bahwa malam itu adalah malam yang berat bagi murid-muridNya dan itulah sebabnya Yesus memberikan peringatatan kepada mereka untuk berjaga-jaga dan berdoa karena pasti mereka akan mengalami goncangan iman di saat Yesus di tangkap, sebab roh mereka memang mencintai Yesus tetapi daging mereka lemah.

Hari ini adalah hari kematian Yesus dan kita pahami bahwa kematian Yesus karena dosa dan kesalahan kita yang mengakibatkan Dia harus mengorbankan nyawanya bagi dosa-dosa kita dan jika kita maknai pengorbanan Yesus dengan iman kita pasti kita akan mencucurkan air mata bahwa Dia yang berasal dari sorga dan tanpa cacat dosa harus menerima hukuman yang sangat berat hanya agar manusia di selamatkan.


Marilah kita sebagai umat yang percaya kepada Allah untuk selalu mengucap syukur atas kasih dan pengorbanan Yesus Tuhan dan Juruselamat kita yang relah berkorban bagi keselamatan umat manusia agar kita juga di selamatkan dan dapat bersekutu dengan Allah Bapa di sorga.

Pada ibadah Jumat Agung ini juga dilaksanakan Sakramen Sidi bagi ke 19 anggota sidi jemaat dalam jemaat GKI Siloam Sanoba yang telah mengikuti pelaksanaan katekisasi oleh Pendeta dan Majelis Jemaat GKI Siloam Sanoba selama 6 bulan.


Dalam kotbahnya Pdt. F. Samsanoy juga berbesan kepada ke 19 muda-mudi yang akan di sidikan untuk selalu setia mengikuti Tuhan Yesus apapun keadaan sebagaimana janji mereka saat di sidi dan bagi orang tua bahwa dengan di sidikan anak-anak mereka bukan berarti tanggung jawab sebagai orang tua sudah terlepas, tetapi justru peran orang tua tetap terus dalam membimbing dan membina mereka karena anak-anak ini adalah masa depan dan tulang punggung gereja dan di tangan merekalah tongkat estafet gereja kita di teruskan ketika kita yang telah tua-tua telah tiada.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. PW. GKI Sioan Kampung Harapan Nabire, VG. Peserta Sidi dan Solo Kasih.

Minggu, 09 April 2017

IBADAH MINGGU SENGASARA VII, 9 APRIL 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Apa salah yang telah dilakukan oleh Yesus sehingga Dia harus menerima hukuman mati ? Dan apakah perbuatan yang sepadan dengan hukuman mati yang di terima oleh Yesus ? Semua di terima oleh Dia semata-mata untuk menggenapi janji penyelamatan umat manusia dari utang dosa.

Demikian kutipan kotbah pada Ibadah Minggu Sengsara VII, 9 April 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt. Ronal Tanamal dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab injil Yohanes 19:28-30 “Yesus Mati”

Lebih lanjut menurut Pnt. Ronal Tanamal bahwa kita harus sadar dan mengerti kenapa Yesus harus di salibkan dan mati serta bangkit pada hari ketiga, serta semua yang dilakukan oleh Yesus adalah untuk menggenapi firman Tuhan yang telah di sabdakan oleh para nabi jauh sebelum kedatangan Yesus ke dalam dunia ini bahwa Anak Manusia akan datang ke dalam dunia untuk menebus dosa semua umat manusia.

Kita telah melewati minggu sengsara I hingga kini kita masuk pada minggu sengsara VII atau minggu sengsara yang terakhir seblum kita masuk pada perayaan paskah atau Jumaat Agung, hari dimana Yesus mengorbankan jiwa dan raga-Nya bagi kita umat manusia dan yang menjadi bahan perenungan bagi kita semua adalah apakah kita telah memaknai kesengsaraan Yesus hingga kematian-Nya di atas kayu salib.

Dia yang tidak berdosa harus menanggung hukuman yang tidak seharusnya Dia terima, tetapi untuk penyelamatan manusia Dia relah menerima penghukuman tersebut agar manusia dapat di perdamaikan dengan Allah Bapa di sorga, agar hubungan yang telah lama putus akibat dari dosa yang dilakukan oleh Adam dan Hawa di sambung kembali oleh Yesus.


Kata “Sudah selesai” pada ayat 30 pada pembacaan firman Tuhan saat ini yang di ucapkan oleh Yesus mengandung pengertian bahwa tugas penyelamatan umat manusia yang di berikan oleh Allah Bapa kepada-Nya telah selesai di laksanakan dan bahwa kini manusia dapat menikmati persekutuan dengan Allah Bapa melalui Yesus Tuhan dan Juruselamat kita, serta ada jaminan hidup kekal di dalam sorga bagi setiap orang percaya.



Setelah ibadah di lakukan dengan penyerahan ketiga belas peserta katekisasi dari unsur PAR GKI Siloam kepada jemaat yang di terimah oleh Ketua Jemaat Siloam Pdt.F. Samsanoy, S.Th dan selanjutnya di serahkan kembali kepada orang tua dengan memberikan Surat Keterangan telah selesai mengikuti pendidikan pada sekolah Minggu Siloam dan seterusnya akan berpindah pada unsur PAM Siloam setelah di sidikan pada ibadah Jumat Agung tanggal 14 April 2017 dengan jumlah peserta sidi sebanyak 20 orang.

Unsur PAR Siloam juga memberikan kenang-kenangan satu buah buku Nyayian Mazmur dan Nyanyian Rohani kepada ketiga belas peserta katekisasi dari unsur PAR Siloam.

Jumat, 31 Maret 2017

IBADAH AKHIR BULAN MARET 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Akhir Bulan Maret 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt. Lambert Rumbiak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Injil Yohanes 18:28-32 Yesus di hadapan Pilatus

Pnt.Lambert Rumbiak membuka kotbahnya dengan mengatakan bahwa pernakah kita di hadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit dimana kedua-duanya sangat penting dan tidak dapat diabaikan salah satunya, tetapi karena kondisi membuat kita harus memilih yang terbaik di antara keduanya dan tidak jarang kita di perhadapkan dengan penyesalan karena salah memilih.

Hal demikianlah yang dihadapi oleh Pilatus ketika orang-orang Yahudi memperhadapkan dirinya dengan Yesus dan Pilatus menghadapi situasi yang sangat sulit bagi dirinya terhadap keberadaan Yesus yang walaupun dia mempunyai kekuasaan untuk menentukan apakah Yesus harus di bebaskan atau di hukum mati.

Di katakan dalam pembacaan firman Tuhan saat ini bahwa para pemimpin Yahudi membawa Yesus ketika hari masi pagi ke gedung pengadilan tetapi tidak masuk dengan alasan tidak mau menajiskan diri karena mereka hendak makan paskah dan hal ini sangat jelas bahwa mereka sendiri takut akan tuduhan dan dakwaan mereka kepada Yesus yang tidak terbukti kebenarannya.


Dan karena ketidak hadiran para pemimpin orang Yahudi dalam gedung pengadilan sehingga Pilatus keluar dan bertanya kepada mereka Apakah tuduhan kamu terhadap orang ini ?dan dengan spontan mereka berkata bahwa jika Dia bukan seorang penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu, dan hal tersebut menunjukan bahwa mereka (orang-orang Yahudi) tidak dapat menunjukan kesalahan yang telah di lakukan oleh Yesus yang mengakibatkan Dia harus menerima hukuman mati seperti yang di inginkan oleh mereka.

Dan Pilatus mengembalikan Yesus kepada mereka dan berkata ambillah Dia dan hakimi menurut hukum Tauratmu, dan hal tersebut dilakukan oleh Pilatus karena dia sendiri tidak dapat mengambil keputusan yang tepat terhadap status Yesus sehingga dia mengembalikan Yesus kepada orang-orang Yahudi dan menyuruh mereka menghakimi Dia menurut hukum Taurat.

Dengan demikian firman Tuhan saat ini mau mengingatkan kita bahwa sebagai manusia kadang kalah kita sukar untuk mengambil keputusan akan sesuatu hal yang berat dalam kehidupan kita, dan dalam kondisi demikian kita menjadi frustasi serta bingung untuk menentukan pilihan, namun sebagai anak Tuhan kita harus meyerahkan semua permasalah kepada Tuhan dan biarlah Tuhan yang menentukan keputusan tersebut dan kita tinggal mengikutinya sebab keputusan Tuhan adalah keputusan yang tepat.

Tuhan telah menjaga dan melindungi kita hingga kita dapat melewati bulan maret 2017 dengan selamat, dan tentunya kita juga berharap Tuhan akan menuntun kita dalam memasuki bulan april 2017 nanti.


Setelah ibadah dilaksanakan ulang tahun bagi ibu-ibu PW Siloam yang berulang tahun dalam bulan maret 2017 dan setelah ibadah dilakukan jamuan kasih dalam bentuk snack yang telah disiapkan oleh ibu-ibu yang berulang tahun bagi seluruh warga jemaat.