Minggu, 04 Desember 2016

IBADAH MINGGU ADVENT II, 4 DESEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Advent II, 4 Desember 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt.F.Samsanoy,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Mazmur 27:1-14 “Aman dalam perlindungan Allah”

Dalam kotbahnya Pdt.F.Samsanoy mengatakan bahwa kitab Mazmur 27 ini berbicara tentang nyanyian kelepasan, artinya ketika pemazmur di hadapkan dengan berbagai permasalahan atau problematika kehidupan dia tetap yakin dan percaya bahwa TUHAN akan melepaskan dia dari berbagai permasalahan tersebut.

Kitab Mazmur 27 ini terbagi menjadi dua bagian, bagian yang pertama adalah dari ayatnya yang ke 1 sampai dengan ayat ke 6 yang berisi puji-pujian yang riang gembira yang di sampaikan oleh pemazmur dalam kehidupannya dan bagian kedua dari ayat ke 7 sampai dengan ayatnya yang ke 14 yang berisikan suatu permohonan kepada TUHAN untuk mengangkat beban hidup yang dialami olehnya.

Dari kedua bagian pada Mazmur 27 ini secara sepintas seperti pembalikan suasana dari puji-pujian kepada TUHAN menjadi permohonan, tetapi sebenarnya hal tersebut merupakan suatu praktek spritual yang benar dalam kejiwaan pemazmur bahwa dia betul-betul merasakan perubahan di dalam roh, batin dan imannya sehingga betul-betul terlepas dari berbagai permasalahan hidupnya tersebut.

Begitu juga dengan kehidupan kita dewasa ini bahwa kita harus meniru apa yang di lakukan oleh pemazmur tersebut bahwa agar dapat hidup aman dan terlepas dari semua permasalahan hidup maka kita harus bermazmur dan menaikan puji-pujian kepada TUHAN karena kita yakin bahwa TUHAN adalah benteng hidup dan perlindungan kita, oleh sebab itu semua keluhan dan kekurangan serta kelemahan kita harus di sampaikan kepada TUHAN.

Dalam kehidupan kita saat ini,  tidak ada orang percaya yang tidak mempunyai permasalahan dan pergumulan hidup. Tapi yang terjadi bahwa semua orang percaya pasti mempunyai permasalahan dalam hidupnya, oleh sebab itu pembacaan firman TUHAN saat ini mau mengajarkan kepada kita semua agar berharap hanya kepada TUHAN, dengan doa dan pujian kita sampaikan segalah keluhan dan permasalahan kita kepada-Nya.

Marilah kita datang kepada TUHAN dengan membawa semua pergumulan, permohonan dan permasalahan kita kepada-Nya dan Dia akan melepaskan kita dari semua beban tersebut.

TUHAN itu setia dan selalu mendengar permohonan kita!

Jumat, 02 Desember 2016

IBADAH PAR SEKOTAWI KLASIS GKI PANIAI, 2 DESEMBER 2016 DI LAKSANAKAN DI GKI SION KAMPUNG KARAPAN NABIRE


“Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: Yesus, Guru, Kasihalilah kami!”

Demikian kutipan pembacaan firman Tuhan yang terambil dari kitab Lukas 17:11-13 dengan perikob pembacaan “Kesepuluh orang kusta”pada ibadah gabungan Persekutuan anak dan Remaja (PAR) Sekotawi Klasis GKI Paniai yang di laksanakan jumaat sore tadi (2/12) di GKI Sion Kampung Harapan Nabire dan di pimpin oleh Pdt. Ferdinanda Raru, S.Th.

Lebih lanjut Pdt. Ferdinanda Raru mengatakan bahwa kalau kita membaca  cerita kesepuluh orang kusta tersebut secara keseluruhan bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit mereka semua sehingga mereka tidak lagi terkena penyakit kusta sebab kulit mereka kembali mulus seperti orang yang sehat.


Lalu Tuhan Yesus mengatakan bahwa mereka harus pergi dan memperlihatkan diri mereka kepada para imam dan ketika mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir atau sembuh, tetapi dari kesepuluh orang tadi hanya satu orang saja yang kembali kepada Tuhan Yesus untuk mengucap syukur kepada-Nya. Dan kesembilan orang temannya itu tidak mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas kesembuhan mereka.

Cerita ini mau mengingatkan kita semua sebagai anak sekolah minggu bahwa kita harus mengucap syukur kepada Tuhan jika kita telah di sembuhkan dari sakit maupun atas perlindungan-Nya baik siang maupun malam dan juga penyertaan-Nya sepanjang anak-anak pergi ke sekolah hingga pulang kerumah bertemu dengan orang tua dan sanak saudara.

Saat ini kita semua telah berada di minggu advent ke-1 menyongsong hari natal dan sebagai orang beriman dan anak Tuhan kita harus mengucap syukur kepada Tuhan serta merenungkan makna kedatangan Tuhan Yesus ke dunia sebagai manusia dan juga cinta kasih-Nya kepada kita.



Ibadah juga diisi dengan kesaksian lagu oleh VG. PAR Sion Kampung Harapan dan VG. PAR GKI Bukit Harapan- Kali Harapan.

Seperti biasanya setelah ibadah ketua PAR Sekotawi Klasis GKI Paniai James Rorooh melakukan absensi kehadiran PAR perjemaat dalam wilayah sekotawi dan menyampaikan pesan kepada anak sekolah minggu untuk tidak bermain petasan atau bunyi-bunyian karena di samping mengganggu juga sangat berbahaya bagi anak anak, jangan karena petasan ada anak sekolah minggu yang celaka dan tidak dapat merayakan natal karena harus dirawat baik di rumah sakit atau di rumah tentunya akan sangat merugikan diri sendiri.

Rabu, 30 November 2016

IBADAH AKHIR BULAN NOVEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Akhir Bulan November 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt. Amos Rumbiak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Galatia 3:15-29 “Hukum Taurat atau janji” dan Kejadian 12:1-9 “Abram di panggil Allah”

Membuka kotbahnya Pnt. Amos Rumbiak mengatakan bahwa nats yang menjadi bahan perenungan pada ibadah akhir bulan November 2016 ini terambil dari kitab Galatia 3: 29 “Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah”

Maksud nats tersebut sangat jelas menerangkan bahwa kita yang berada di dalam Yesus Kristus juga berhak menerima janji dan berkat yang telah di janjikan TUHAN kepada Abraham dan menjadi milik kita dalam kehidupan ini.

Ketika Abraham masi di tanah Ur-Kasdim di negeri leluhurnya TUHAN telah mempunyai rencana yang kekal kepada dia bahwa melalui dia TUHAN akan memberkati dunia ini bahkan memberikan tanah Kanaan menjadi milik kepunyaan turunannya selamanya.

Tanah Kanaan yang di janjikan oleh TUHAN kepada Abraham adalah tanah yang penuh dengan susu dan madu, suatu tanah yang subur, begitu juga dengan kita saat ini yang percaya kepada Yesus Kristus akan menerima sorga yang kekal sebagai konsekwensi dari iman dan percaya kita.

  
Sebagai orang kristen kita juga berkewajiban mengucap syukur atas kasih dan berkat yang telah kita rasakan dan nikmati sebagai anugerahkan dari TUHAN sehingga saat ini kita boleh datang ke gereja untuk mengucap syukur penyertahan Tuhan sepanjang bulan November 2016 ini.

Kiranya memasuki bulan Desember 2016 kita tetap setia kepada TUHAN dalam melakukan firmanNya dan semoga TUHAN senantiasa menyertai dan memberkati kita.


Setelah ibadah dirayakan ulang tahun bagi dua orang ibu yang berulang Tahun dalam bulan November ini serta di lakukan jamuan makan bersama yang telah di siapkan oleh kedua ibu yang berulang tahun bagi warga jemaat.

Minggu, 27 November 2016

IBADAH MINGGU ADVENT I, 27 NOVEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 27 November 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. F. Samsanoy,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Hakim-Hakim-Hakim 4:1-10 “Debora dan Barak”

Pembacaan firman Tuhan saat ini masi bercerita tentang kisah pahlawan di Israel yang di bangkitkan Tuhan Allah untuk membebaskan mereka dari penindasan bangsa-bangsa di sekitar mereka.

Sebelumnya kita juga telah membaca kisah kepahlawanan Otniel dan Ehud yang di pilih dan di pakai oleh Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari penindasan.

Firman Tuhan saat ini masi bercerita juga tentang kelemahan dan kekurangan bangsa Israel yang selalu jatuh ke dalam dosa ketika orang yang di utus Tuhan sebagai pahlawan atau hakim yang membebaskan bangsa Israel dari pedindasan bangsa-bangsa di sekitar mereka telah meninggal maka kecenderungan hati mereka untuk berbuat kejahatan dan jatuh dalam dosa kepada Tuhan karena tidak mendengar dan menuruti segalah firman dan perintah-Nya.

Seharusnya bangsa Israel menyadari dan merenung hidup mereka bahwa ketika Tuhan membawa mereka keluar dari tanah perbudakan di Mesir, melewati padang gurun yang ganas dan kemenangan dalam peperangan terhadap bangsa-bangsa yang jauh lebih kuat dari mereka, serta mujizat-mujizat yang dasyat di buat oleh Tuhan, hingga Dia menibahkan mereka di tanah perjanjian setelah empat puluh tahun perjalanan mereka.

Seharusnya kebaikan yang harus mereka lakukan kepada Tuhan dengan hidup sesuai dengan firman dan perintah-Nya dan bukan kejelekan, kenajisan, kemunafikan dan kejahatan.


Pembacaan firman Tuhan saat ini pada ayat 1dan 2 di katakan bahwa “Setelah Ehud mati, orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, lalu Tuhan menyerahkan mereka kedalam tangan Yabin, raja Kanaan yang memerintah di Hazor. Panglima tentaranya ialah Sisera yang diam di Haroset-Hagoyim”.

Orang israel berada dalam penindasan Yabin melalui panglimanya Sisera dan ketika mereka telah putus asa, mereka berseru kepada Tuhan dan Ia mengutus Barak melalui perantara nabia Debora. Dan melalui Barak Tuhan membebaskan bangsa Israel dari penindasan Yabin raja Kanaan dan Sisera panglimanya, walau bukan Barak yang membunuh Sisera karena telah meragukan firman Tuhan yang sampaikan melalui nabia Debora

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua bahwa saat ini kita berada di minggu advent ke-I, minggu persiapan kelahiran Kristus Yesus sebagai Putra Natal yang hadir di tengah-tengah dunia membawa kedamaian bagi setiap orang percaya.

Hal-hal duniawi yang penuh dengan dosa marilah kita tinggalkan agar kita dapat menerima kelahiran Yesus Sang Putra Natal di hati kita. Yang harus kita pahami kenapa Yesus mau datang ke dunia ini sebagai manusia untuk menebus dosa kita sedang kita telah banyak melakukan kesalahan dan kejahatan kepada Dia ?
Jawaban dari semuanya adalah bahwa Tuhan kita itu penuh kasih, sama seperti bangsa Israel pada zaman Hakim-Hakim selalu dan terus berbuat doa kepada Dia, namun selalu ada pengampunan bagi mereka.

Demikian juga dengan hidup kita saat ini, bahwa Tuhan Allah tetap mengasihi kita bahkan Dia mengutus anakNya yang tunggal yaitu Yesus Tuhan kita untuk lahir kedalam dunia dan di hati kita serta melepaskan kita dari perhambaan kepada dosa dan menuntun kepada hidup kekal di sorga yang abadi.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu VG. WYK 2 Siloam dan Duet PW Betania Asdim Siriwini.

Minggu, 20 November 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 20 NOVEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 20 November 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. Ema Windesi, S.Pak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Hakim-Hakim 3:12-30 “Ehud”

Dalam kotbahnya Pdt. Ema Windesi mengatakan bahwa pembacaan firman Tuhan saat ini masi berbicara tentang para pahlawan yang dibangkitkan Tuhan untuk menolong dan melepaskan bangsa Israel dari penindasan yang di lakukan oleh bangsa-bangsa di sekitar mereka sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan oleh mereka terhadap Tuhan dan hal ini dapat kita lihat pada ayat 12 “Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN; lalu Eglon raja Moab, diberi TUHAN kuasa atas orang Israel, oleh sebab mereka telah melakukan apa yang jahat di mata TUHAN”.

Pdt.Ema Windesi juga memberikan thema perenungan pada minggu pagi ini adalah “Hanya setia saat krisis” yang artinya bahwa bangsa Israel dalam kehidupan mereka baru akan mencari Tuhan Allah ketika mereka hidup dalam penderitaan dan penindasan serta perbudakan. Dan ketika Tuhan sudah membebaskan mereka oleh para pahlawan yang telah Dia bangkitkan seperti pada pembacaan firman saat ini dimana Tuhan memilih Ehud untuk membebaskan bangsa Israel dari tangan Eglon raja Moab, biasanya ketika hidup mereka telah aman dan tentram mereka akan kembali melakukan kejahatan kepada Tuhan dengan perbuatan mereka.


Kehidupan bangsa Israel juga sama seperti kehidupan kita saat ini, kadang kala kita menempatkan Tuhan pada nomor kesekian dari prioritas kehidupan kita, tetapi ketika kesusahan, sakit penyakit dan tekanan ekonomi menimpah kehidupan kita barulah kita memprioritaskan Tuhan dan menomor satukan Dia dalam hidup kita.

Seharusnya kehidupan bangsa Israel sebagaimana termuat dalam kitab Hakim-Hakim yang menjadi fokus pembacaan pada bulan november 2016 di Klasis GKI Paniai dengan mengusung thema “Pahlawan Iman” memberikan contoh kepada kita bahwa kita tidak boleh meninggalkan Tuhan baik hidup kita senang (nyaman) atau tidak (krisis).

Memang kadang kala kenyamanan meninabobokan  kita dan membuat kita melupakan Tuhan dan bencana, penderitaan dan masalah dalam kehidupan keluarga akan membawa kita lebih dekat kepada-Nya dengan maksud agar Tuhan menolong kita.

Kebenaran firman Tuhan saat ini mau mengajarkan kita semua untuk memprioritaskan Tuhan dalam setiap kehidupan kita karena itulah tujuan hidup kita di dunia ini, maka Dia akan senantiasa menolong dan memberkati kita.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. Exodus

Minggu, 13 November 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 13 NOVEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 13 November 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pnt, L.Sirloy dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Hakim-Hakim 3:7-11 “Otniel”

Dalam kotbahnya Pnt. L.Sirloy mengatakan bahwa pernyataan Allah secara garis besar ada dua yakni secara umum dan secara khusus. Pernyataan Allah secara umum yaitu melalui karya ciptaan, melalui kuasa dan pemeliharaan-Nya dan dapat kita ihat dan rasakan di hidup kita seperti hewan, tumbuh-tumbuhan, laut dan lain sebagainya. Sementara pernyataan khusus dari Allah adalah bahwa Ia menyatakan diriNya melalui Yesus Kristus.

Setelah manusia jatuh di dalam dosa, Allah terus memanggil manusia melalui karya-karya-Nya diantaranya melalui para nabi dan juga orang-orang tertentu serta melalui suatu bangsa dan yang paling agung adalah melalui Yesus Kristus Tuhan kita.

Alasan Allah melakukan semua ini adalah supaya umat manusia dapat menerima anugerah Allah melalui pengampunan dan kehidupan yang kekal, karena kita sebagaimana kita ketahui bahwa ketika hidup manusia berada dalam dosa maka jarak yang terbentang antara Allah dengan kita sangat jauh.

Kembali pada pembacaan firman Tuhan saat ini yang merupakan cerita tentang kepahlawan Otniel yang merupakan pahlawan pertama dari bangsa Israel yang di pilih oleh Allah untuk membebaskan umat-Nya yang saat itu takluk kepada Kusyan-Risyataim raja Aram-Mesopotamia dan menjadi budaknya.

Alasan Allah menjual bangsa Israel kepada raja Aram-Mesopotamia tersebut karena mereka melakukan apa yang jahat di mata-Nya dan beribadah kepada para Baal dan Asyera. Hal ini terdapat dalam ayat 7 & 8: “Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, Allah mereka, dan beribadah kepada para Baal dan para Asyera. Lalu bangkitlah murka TUHAN  terhadap orang Israel, sehingga Ia menjual mereka kepada Kusyan-Risyataim, raja Aram-Mesopotamia dan orang Israel menjadi takluk kepada Kusyan-Risyataim delapan tahun lamanya”.


Kalau kita melihat sejarah dan perjalanan bangsa Israel bahwa mereka kerap kali melakukan kejahatan dan tidak setia terhadap firman Tuhan dan konsekwensi yang harus mereka terima adalah bahwa Dia akan membiarkan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka menaklukan bahkan menjajah serta memperbudak mereka.

Biasanya bangsa Israel akan menyadari tentang penderitaan mereka tersebut dan dalam keputus asaan mereka mulai berdoa kepada Allah dan Dia akan mengutus seorang pahlawan sebagaimana pada pembacaan firman Tuhan saat ini Otniel diutus Tuhan untuk menjadi pahlawan bagi mereka hingga pada akhirnya mereka menang dengan berhasil membunuh Kusyan-Risyataim raja Aram-Mesopatamia tersebut sehingga mereka hidup senang dan aman dalam kepemimpinan Otniel selama empat puluh tahun.

Kebenaran firman Tuhan saat ini mau mengajarkan kepada kita semua bahwa ketika umat Israel melakukan dosa Allah tetap mengasihi mereka dan menjamin pengampunan bagi mereka dengan mengutus para pahlawan untuk membebaskan mereka dari para penindas.

Demikian juga dengan kehidupan kita saat ini bahwa Allah telah memberikan kepada kita Pahlawan yang telah memerdekakan kita dari penindasan serta perbudakan dosa, melalui pengorbanan-Nya diatas kayu salib dengan darah yang mahal Dia menebus dosa kita, Dialah Tuhan Yesus Kristus “Pahlawan Iman kita”.

Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh solo PW GKI Bentania Asdim Siriwini.

Jumat, 11 November 2016

LATIHAN PERDANA NATAL 2016 OLEH UNSUR PAR GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Hari natal merupakan hari yang penuh dengan sukacita karena kita akan memperingati hari kelahiran Juru Selamat umat manusia yakni Yesus Kristus Tuhan kita yang lahir ke dunia sebagai manusia untuk menebus dosa umat manusia.

Demikian juga dengan unsur Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) GKI Siloam Sanoba yang mulai sore tadi (11/11) melaksanakan latihan perdana natal yang pelaksanaannya akan dilaksanakan pada hari jumat, 9 Desember 2016.

Latihan natal ini akan di laksanakan setiap sore hari sejak hari ini hingga pada tanggal 8 Desember 2016.

Beberapa pertunjukan yang akan di pentaskan pada natal PAR Siloam diantaranya gerak dan lagu bagi kelas TK, Anak, Tanggung dan Remaja Alkitab serta ada juga pementasan fragmen natal.

Biasanya beberapa hari sebelum pelaksanaan Natal PAR akan dilaksanakan kunjungan Santa Claus ke rumah-rumah bagi anak PAR Siloam untuk memberikan hadia yang tentunya telah di siapkan oleh orang tua masing-masing.