Minggu, 21 Agustus 2016

IBADAH MINGGU PAGI 21 AGUSTUS 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah minggu pagi 21 agustus 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire  yang di pimpin oleh Pnt.O.Rumbiak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Kejadian 2:8-17 “Manusia dan taman Eden”

Dalam kotbahnya Pnt.O.Rumbiak mengatakan bahwa jika kita melihat kembali pasal atau ayat-ayat sebelumnya menjelaskan kepada kita bahwa pada mulanya Allah menjadikan langit dan bumi dan bumi itu belum berbentuk dan kosong, gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air. (Kejadian 1:1 dan 2)

Dan untuk mengisi kekosongan bumi ini Allah harus bekerja selama enam hari lamanya atau yang lebih kita kenal sebagai enam hari penciptaan dengan urutan penciptaan adalah hari pertama di ciptakan terang, hari kedua cakrawala, hari ketiga laut dan darat, hari ke empat matahari, bulan dan bintang, hari ke lima unggas di darat dan ikan di laut dan hari ke enam Allah menciptakan binatang di darat dan manusia.

Allah membentuk manusia dari debuh tanah dan menghembuskan nafas kehidupan kepadanya sehingga manusia menjadi makhluk hidup, dialah Adam.

Setelah Allah menciptakan manusia, Dia menyiapkan kebutuhan hidup manusia yaitu kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani manusia adalah tempat tinggal, teman hidup, tugas dan tanggung jawab. Setelah itu Allah menempatkan manusia di taman Eden.

Taman Eden adalah tempat yang ideal, indah dan penuh dengan kedamaian serta tempat manusia hidup dalam keselamatan karena ada damai, suka cita dan tidak kekurangan suatu apapun serta hidup dalam keakrapan dan ketaatan dengan Allah.

Dalam taman Eden Allah menyediakan berbagai pohon yang menghasilkan buah sebagai makanan manusia dan juga pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat serta sungai yang bercabang empat yang mengalir dan membasahi taman itu yang juga terdapat hasil tambang yang melimpah.

Allahpun tidak menempatkan manusia seorang diri di taman Eden, tetapi Dia menyiapkan teman hidup bagi Adam dengan membuatnya tidur nyenyak lalu mengambil  salah satu tulang rusuk sebelah kiri dan menjadikannya pasangan atau penolong yang sepadan bagi Adam yakni Hawa.
Manusia juga di beri tanggung jawab oleh Allah untuk mengusahakan dan merawat taman Eden.

Kebutuhan rohani yang di siapkan Allah terhadap manusia bahwa manusia hidup bergaul dengan Allah, manusia dapat melihat Allah serta berbicara dengan Dia karena manusia hidup dalam kesucian.

Kesuburan Eden dan harta benda yang berada di atasnya merupakan jaminan dari Allah bagi kelangsungan hidup manusia untuk menjaga, memelihara dan memanfaatkannya.

Akan tetapi manusia mengingkari janji Allah bahwa semua pohon dalam taman Eden bolehlah di makan tetapi tentang pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat janganlah engkau memakannya sebab pada saat engkau memakannya pastilah engakau mati.

Yang di lakukan oleh manusia adalah justru menyalahgunakan kebebasan dan melanggar perintah Allah dengan memakan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat yang seharusnya jangan mereka memakannya karena Allah telah melarang nya, sehingga menusia harus terbuang keluar dari taman Eden dan terdapat jurang dosa yang memisahkan manusia dengan Allah serta manusia mati secara rohani karena tidak dapat berbicara dan melihat Allah secara langsung.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita masing-masing bahwa rancangan Allah bagi manusia selalu indah dan penuh dengan damai sejahtera tetapi kecenderungan hati manusia yang selalu menyangsikan atau memberontak terhadap  perintah Allah membuat manusia harus terbuang jauh dari hadirat Allah serta menempatkan celah bagi dosa untuk masuk dalam kehidupan manusia.

Minggu, 14 Agustus 2016

IBADAH MINGGU PAGI 14 AGUSTUS 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 14 agustus 2016 di GKI Siloam Sanoba yang di pimpin oleh Pdt. F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Mazmur 104:24-35 “Kebesaran Tuhan dalam segalah ciptaan-Nya”

Mengawali kotbahnya Pdt.F.Samsanoy mengatakan bahwa kitab Mazmur 104 berbicara tentang kebesaran Tuhan dalam ciptaan-Nya sebagaimana judul dari pembabacaan firman Tuhan saat minggu pagi hari ini.

Dan khusus ayatnya yang ke 24 sampai 26 berbicara tentang Tuhan Maha Bijak yang di sampaikan oleh pemazmur terkait kekagumannya atas segalah perbuatan Tuhan.

Isi seruan ini lebih bermaknah kalau orang mulai merenungkan perbuatan-perbuataan Tuhan atas ciptaan-Nya yang luar biasa serta mengagumi-Nya

Pemazmur melihat bahwa apa yang di ciptakan oleh Tuhan itu sangat baik bagi kehidupan umat manusia, serta mengajak semua umat untuk tetap memuji dan mengagungkan Tuhan atas ciptaan-Nya bahwa dengan kebijaksanaan-Nya, Dia telah menjadikan segalah sesuatu untuk keperluan dan kehidupan kita manusia.

Ayatnya yang ke 27 hingga  ayatnya yang ke 30 mau berbicara tentang Tuhan pemberi hidup, dimana pemazmur telah menguraikan tentang perbuatan perbuatan Tuhan di langit, darat dan laut serta kebesaran dan kebijaksanaan Tuhan yang tak terpahami.

Bahwa segalah sesuatu bergantung kepada Tuhan dan Dia-lah yang memberi makan segalahnya seperti bangsa Israel memungut mana di padang gurun saat mereka keluar dari tanah Mesir.

Tuhanlah yang telah memberikan hidup ini kepada semuanya baik manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Dan kalau kita tahu bahwa hidup ini di berikan oleh Tuhan maka kita harus memuji dan memuliakan kebesaran nama-Nya dalam setiap langkah kehidupan kita masing-masing.

Demikian juga tumbuh-tumbuhan dan hewan yang telah Tuhan jadikan, kita harus menjaga dan merawat semua ciptahan Tuhan itu.

Sebagai contoh ikan yang Tuhan jadikan adalah untuk kepentingan manusia, namun harus di tangkap dengan cara yang legal sesuai kebutuhan agar kelangsungan hidup ikan itu terjaga, baik dengan mancing atau menebar jalah dan bukan dengan menebar racun atau bom karena cara demikian hanya akan merusak semua yang ada di dalam laut baik ikan, terumbuh karang, plangton dan semua makhluk hidup lainnya.


Demikian juga dengan hewan serta tumbuh-tumbuhan di darat harus di kelolah dengan penuh tanggung jawab.

Kebenaran firman Tuhan saat ini mau mengajar serta mengingatkan kita sebagai orang percaya untuk memuliakan Tuhan selalu akan segalah ciptaan-nya yang luar biasa dan harus bertanggung jawab atas kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi ini baik tumbuh-tumbuhan dan hewan serta kekayaan alam lainnya sebagai ciptaan Tuhan yang harus di jaga dan di pergunakan dengan penuh rasa tanggung jawab. 

Minggu, 07 Agustus 2016

IBADAH MINGGU PAGI 7 AGUSTUS 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE



Ibadah Minggu Pagi, 7 Agustus 2016 di GKI Siloam yang di pimpin oleh Pdt. Sintia Kurdouw, S.Th dan mengambil pembacaaan firman Tuhan dari kitab Kejadian 1:27 s/d 2:4a “Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya”

Pdt. Sintia Kurdouw mengawali kotbahnya dengan memberikan ringkasan cerita beberapa hari lalu melalui tayangan di media televisi ada dialog interaktif antara Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Putjiastuti dan beberapa pakar lingkugan hidup.

Dalam dialog tersebut beberapa pakar tersebut sepakat bahwa kalau masyarakat Indonesia tidak menjaga lingkungan hidup ini dengan baik maka di perkirakan beberapa tahun kemudian anak dan cucu kita tidak akan menikmati  apa yang kita nikmati sekarang.

Ada juga slogan yang berbunyi “Jagalah bumi karena akan menjadi warisan bagi anak cucu kita”

Dari dialog antara Menteri Kelautan dan Perikanan dan juga beberpa pakar lingkungan tersebut serta slogan diatas, kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa ada sebuah ancaman besar, ada sebuah bahaya besar yang akan dialami oleh kita umat manusia mengenai kondisi lingkungan di sekitar kita, secara khusus dalam dialog ini berbicara soal perairan atau lautan.

Hal ini dapat kita lihat saat ini bahwa betapa keadaan telah berbanding terbalik dengan masa yang lalu. Kalau dahulu kita ke pantai dan buang nelon pancing dengan umpan di pinggir pantai bisa dapat ikan, kalau sekarang kita harus mendayun menggunakan perahu ke tempat yang lebih dalam baru bisa dapat ikan.

Kalau dulu tidak ada banjir yang besar, sekarang sering sekali kita kebanjiran, kalau dulu tidak ada longsor dimana-mana maka sekarang sering sekali terjadi longsor di mana-mana. Pertanyaannya kenapa hal tersebut diatas bisa terjadi di bumi ini dan secara khusus di negara kita Indonesia ?

Tidak perlu kita bertanya kepada orang lain atau siapa-siapa, tetapi kembali tanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan sehingga bumi tempat kita hidup ini semakin rusak dan menimbulkan ancaman besar bagi kita ? Padahal kalau kita baca dalam kitab Kejadian bahwa Allah setelah menciptakan semuanya Dia berkata bahwa semua itu baik dan sempurnah termasuk bumi ini.

Lalu kenapa sekarang kita merasakan bahwa apa yang telah di jadikan oleh Allah itu tidak baik ? Untuk menjawab hal tersebut ada tiga hal penting yang dapat kita lihat secara bersama-sama.
(1)Manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah,(2) berkuasa atas seluruh ciptaan dan (3) hari perhentian (hari ke tujuh)

Maknah manusia di ciptakan menurut gambar dan rupa Allah menggambarkan bahwa manusia tidak ada bedahnya dengan Allah dan sama dengan Allah serta merupakan wakil Allah yang di tempatkan di muka bumi ini, sehingga manusia juga memiliki tugas yang sama dengan Allah yakni menjaga, memelihara dan merawat semua yang sudah Allah ciptakan dan jadikan di bumi ini.

Maknah berkuasa atas segalah ciptaan, berkuasa dalam hal apa ?
Apakah berkuasa dengan otoriter atau sekendak hati kita ? Jawabannya tidak!
Berkuasa yang dimaksudkan di sini adalah berkuasa dalam mengelolah dan memanfaatkan segalah sesuatu di bumi ini dengan baik dan benar, bukan dengan monopoli atau mengeksploitasi segalah sesuatu yang ada dan berkuasa merusak segala sesuatu yang ada. Sebab Allah juga berkuasa tetapi dengan penuh kasih serta kepemimpinan yang merawat dan tidak otoriter dan Dia mau kita juga memiliki kuasa yang sama untuk merawat bumi ini.

Maknah hari perhentian (Hari ke tujuh) sebagaimana tertulis dalam kitab Kelaaran 20:8 “Ingat dan kuduskanlah hari sabat” sebab enam hari lamanya Allah menjadikan langit dan bumi dan Dia berhenti pada hari ke tujuh dan memberkati hari itu.
Kalau saat ini enam hari lamanya kita bekerja dan hari ke tujuh kita tidur untuk melepaskan lelah dan itu yang sering terjadi padahal firman Tuhan mengajar kepada kita bahwa Allah berhenti pada hari ke tujuh dari segalah penciptaan-Nya dan Ia memberkati hari itu, Ia bersuka cita akan apa yang telah di lakukan-Nya.

Oleh sebab itu bapa, ibu dan saya sebagai manusia ciptaan-Nya telah di ajarkan oleh Allah untuk menguduskan hari ke tujuh atau hari sabat, hari dimana kita bersyukur buat apa yang telah Allah berikan dan nyatakan dalam kehidupan kita. Itu yang harus kita lakukan, bukan sebaliknya hari ke tujuh kita hanya tidur saja tanpa mengucap syukur akan kerja dan aktifitas kita selama enam hari yang telah berlalu itu.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita bahwa tujuan Allah menjadikan kita di dunia ini supaya kita dapat mengambil bagian dalam mengatur ciptaan-Nya, tetapi juga kita dapat bertumbuh dalam persekutuan supaya mencerminkan gambar dan rupa Allah, serta dapat menikmati hari perhentian yang Tuhan berikan kepada kita, itulah tujuan Allah menciptakan manusia di dalam dunia ini.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. PW Siloam

Selasa, 02 Agustus 2016

PENIMBUNAN DAN PERATAAN MATERIAL PASIR DAN KORAL PADA PONDASI GEDUNG GEREJA BARU GKI SILOAM SANOBA


Pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Siloam Sanoba Nabire terus berlanjut, kalau beberapa saat yang lalu pekerjaan di fokuskan pada penambahan lebar pondasi dari lebar sebelumnya 11M menjadi 12M serta pembuatan tapak (cakar ayam) tempat berpijaknya tiang balok, kini tengah dilakukan penimbunan bagian dalam pondasi.

Guna membantu mobilitas kendaraan yang di gunakan untuk melakukan penimbunan bagian dalam pondasi maka pada hari minggu, senin dan selasa (31 juli-02 agustus 2016) dilakukan kerja bakti bersama warga jemaat GKI Siloam Sanoba untuk mengeruk dan merapikan timbunan dalam pondasi pembangunan gedung gereja baru.

Kerja bakti ini di pimpin langsung oleh Ketua Pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Siloam Sanoba Nabire Demianus Maweng, S.STP dan juga di hadiri oleh Ketua PHMJ GKI Siloam Sanoba Pdt.F.Samsanoy dan para Majelis Jemaat.


Menurut ketua Pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Siloam Sanoba Demianus Maweng, S.STP bahwa dalam beberapa saat akan dilakukan pemuatan balok sejumlah 22 batang dengan ukuran 14x14 cm di Kampung Sima Distrik Yaur yang akan di gunakan sebagai tiang dasar bangunan gedung gereja baru.

Masi menurut Demianus Maweng,S.STP bahwa pembangunan gedung gereja baru GKI Siloam Sanoba ini akan di lakukan secara bertahap menyesuaikan  dengan keuangan yang di kelolah oleh Panitia Pembangunan serta kemampuan jemaat.


Minggu, 31 Juli 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 31 JULI 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 31 Juli 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire yang di pimpin oleh Pnt. A. Korisano dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Ibrani 13:5-8 “Nasihat dan doa selamat”

Mengawali kotbahnya Pnt.A.Korisano mengatakan bahwa penulis kitab Ibrani menegaskan melalui ayatnya yang ke 5a dalam pembacaaan firman Tuhan saat yang berbunyi “Janganlah menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu” serta memberikan judul bagi bacaan firman Tuhan ini “MILIKILAH RASA CUKUP”

Ayat tersebut di atas sekaligus mau mengingatkan kita semua untuk tidak selalu diatur, bahkan dikuasai dan juga di perbudak oleh uang, tetapi kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Memang di akui dan tidak dapat disangkal bahwa kita membutuhkan uang, bahkan tidak ada seorangpun yang dapat berkata bahwa ia tidak membutuhkan uang.

Kita dapat melihat betapa banyak kebutuhan dalam hidup kita yang harus di penuhi dengan uang bahkan kebutuhan-kebutuhan primer kita seperti makan dan minum, biaya perjalanan, biaya pendidikan anak, biaya keluarga, biaya berobat, biaya membeli pakaian dan sebagainya.

Hal-hal tersebut diatas tidak dapat kita hindari dan sifatnya segera dan mendesak sehingga kita harus berusaha mendapatkan uang agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.


Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,
Bukan karena uang itu penting sehingga kita menjadi hamba uang, mengapa demikian ? Sebab uang bukanlah segala-galanya dalam hidup ini.

Memang dengan uang kita dapat memiliki rumah yang mewah, tetapi kita kita tidak dapat membeli kebahagiaan, dengan uang kita bisa membeli cincin yang mahal, tetapi uang tidak dapat membeli cinta, uang dapat di gunakan untuk membayar uang sekolah atau perkuliahan anak-anak kita, tetapi uang tidak dapat membeli hikmat, dengan uang kita bisa membeli obat dan membiayai pengobatan, tetapi uang tidak dapat membeli keselamatan dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu perlu kita ketahui bahwa uang sangat di butuhkan dalam kehidupan kita untuk membeli banyak hal, tetapi uang tidak dapat membeli semua hal dalam kehidupan ini.

Jemaat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kenapa kita tidak boleh menjadi hamba uang ?
Ketika manusia menjadi hambah uang maka dalam hidupnya akan tertanam sikap tidak pernah merasa cukup dan puas dengan apa yang di milikinya.
Perhatiannya akan terfokus hanya kepada uang bahkan melebihi segalah sesuatu termasuk hubungan atau relasi dengan sesama bahkan Tuhan.
Segalah sesuatu yang dilakukan akan di ukur dengan uang.

Sebab orang yang menjadi hamba uang tidak peduli lagi dengan rasa malu, takut bahkan berdosa, sebab keserakahan telah menutup mata dan hatinya.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua untuk selalu mencukupkan diri dengan apa yang ada dan terus mengucap syukur atas apa yang telah Tuhan berikan dalam kehidupan kita serta tidak menjadikan uang sebagai tujuan hidup kita.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh solo PW dari WYIK 1 Siloam


Sabtu, 30 Juli 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 24 JULI 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 24 Juli 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire yang di pimpin oleh Pdt.F. Samsanoy,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Yakobus 5:1-6 “Peringatan kepada orang kaya”

Dalam pembacaan firman Tuhan saat ini Yakobus memberikan suatu teguran atau peringatan keras terkait sikap orang-orang kaya yang hanya mengejar kekayaan atau harta dengan mengorbankan pihak lain termasuk juga melecehkan orang miskin di sekitarnya.

Yakobus mencelah parah tuan tanah yang berlaku tidak adil atau semenah-menah terhadap pekerja-pekerjanya dengan memeras tenaga mereka tanpa memperhatikan upah mereka.

Yakobus memberikan suatu nasehat kepada orang-orang kaya tersebut karena dia tahu bahwa orang-orang kaya tersebut juga percaya kepada Tuhan.

Maksud Yakobus memberikan peringatan kepada orang-orang kaya adalah agar mereka bisa menangisi hidup mereka , Yakobus mengatakan bahwa pada akhirnya kamu (Orang-orang kaya red)akan menerima teguran atau hukuman dari Tuhan, sebab ketika kamu masi hidup kamu selalu melaksanakan hal-hal yang sifatnya menyakiti, mengecewahkan bahkan membunuh orang-orang miskin di sekitar mu.

Oleh sebab itu kekayaanmu itu tidak abadi karena akan di makan ngengat (Ngengat:merupakan serangga kecil yang ulatnya selalu memakan pakaian) dan tidak akan membawa kamu kepada suatu keselamatan.

Maksud Yakobus untuk memberikan nasihat agar orang-orang kaya jangan hanya mementingkan diri sendiri tetapi juga peduli terhadap orang lain termasuk juga para pekerja yang bekerja di ladang mereka dan umumnya adalah orang-orang miskin.

Para orang kaya jangan menindas mereka dan memberi hukuman terhadap mereka dan membunuh mereka tetapi justru sebaliknya bahwa setiap orang kaya harus memperhatikan orang-orang miskin yang ada di sekitar mereka.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua bahwa ketika kita memperhatikan kehidupan orang-orang miskin maka pasti saja kehidupan kita akan di berkati Tuhan.

Dan pesan inilah yang mau di sampaikan oleh Yakobus kepada orang-orang kaya saat itu supaya mereka memperhatikan orang-orang miskin di sekitar mereka agar mereka selalu di berkati dan tidak mendapat hukuman dari Tuhan pada masa yang akan datang.

Selama kita masi hidup di dalam dunia ini maka yang terutama kita lakukan adalah mencari harta sorgawi itu dalam kehidupan kita, karena lewat harta sorgawi tersebut yang kita dapati lewat perbuatan baik kita termasuk juga mengasihi orang miskin, maka akhir dari kehidupan kita semua bahwa kita akan di selamatkan dan masuk ke dalam kerajaan sorga yang abadi, Tuhan Yesus memberkati.

Senin, 18 Juli 2016

IBADAH PERSEKUTUAN ANAK MUDAH (PAM) TINGKAT KLASIS GKI PANIAI JULI 2016 DI PUSATKAN DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Persekutuan Anak Mudah (PAM) Klasis GKI Paniai, senin 18 juli 2016 di pusatkan di GKI Siloam Sanoba Nabire dan di pimpin oleh Pdt. Y. Sikawael,S.Th dan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Markus 11:12-14 “Yesus mengutuk pohon ara”

Mengawali kotbahnya Pdt.Y.Sikawael menyampaikan bahwa dia memberi judul bagi renungan pembacaan firman Tuhan dalam ibadah saat ini yakni “Jangan sampai tidak berbuah”

Bacaan firman Tuhan ini ketika dibaca secara cermat sangat muda di mengerti karena hanya tiga ayat yang di tulis dalam kitab Markus.

Berbicara tentang pohon ara, maka dalam konteks pelayanan Tuhan Yesus pada dua ribu tahun yang lalu, dimana Dia selalu menggunakan perumpamahan-perumpamahan untuk memberi pemahaman kepada orang banyak.


Dalam pelayanan Tuhan Yesus di daerah Palestina, tempat pohon ara ini berada dan apa yang menyebabkan Tuhan Yesus yang adalah Mesias Anak Allah yang hidup bisa mengutuk pohon ara ketika saat itu berada bersama para murid-Nya  dan Tuhan Yesus sangat ingin sekali memakan buah pohon ara.

Dalam cerita Markus 11:12-14 di katakan bahwa Tuhan Yesus merasa lapar dan Ia melihat dari jauh pohon ara yang sudah berdaun dan mendekatinya kalau-kalau Dia bisa mendapat buah dari pohon ara itu.

Ketika dicari oleh Tuhan Yesus namun tidak mendapatkan apa-apa, dan seperti yang di katakan oleh penulis kitab Markus bahwa saat itu bukan musim buah ara, tetapi Tuhan Yesus mempunyai pandangan yang berbedah bahwa Dia mau memberitakan kepada murid-murid-Nya dan juga semua umat manusia bahwa pohon ara itu tidak boleh kosong sekalipun bukan musimnya.

Dalam ayat ke 14 pada pembacaan firman Tuhan saat ini di katakan oleh Tuhan Yesus bahwa “Jangan lagi seorangpun memakan buahmu selama-lamanya” dan murid-murid-Nya mendengar hal tersebut.


Dan yang terjadi dengan pohon ara tersebut adalah bahwa pohon itu menjadi layu dan mati.

Kebenaran firman Tuhan saat ini memberikan gambaran kepada kita tentang hidup kita yang di ibaratkan pohon ara, bahwa kita tidak boleh tidak berbuah, sebab siapa yang tidak berbuah akan bernasip sama seperti pohon ara tersebut yang tidak akan berbuah selama-lamanya karena layu dan menjadi kering hingga pada akhirnya di campakkan ke dalam api.

Marilah kita hidup seturut dengan firman Tuhan dan mengahasilkan buah yang banyak bagi kemuliaan Tuhan.
VG. PAM SION KAMPUNG HARAPAN

VG. PAM ICHTUS SIRIWINI
Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu VG. PAM Sion Kampung Harapan dan VG. PAM Ichtus Siriwini.

Di akhir ibadah dilakukan aksi lima menit dalam bentuk pemberian bantuan dana secara spontanitas untuk membantu pembangunan Gedung Gereja Baru GKI Siloam Sanoba Nabire.