Minggu, 25 Juni 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 25 JUNI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 25 Juni 2017 di GKI Siloam Sanoba yang di pimpin oleh Pdt.F.Samsanoy,S.Th dengan mengambil pembacan firman Tuhan dari kitab 1 Tesalonika 5:19-22 “Nasihat-Nasihat”

Dalam kotbahnya Pdt.F.Samsanoy mengatakan pembacaan firman Tuhan saat ini masi berbicara tentang Roh dan sebaiknya kita juga harus mengetahui latar belakang penulisan surat Tesalonika ini bahwa kota Tesalonika merupakan ibu kota Makedonia yakni salah Provinsi di kerajaan Roma dan keberadaan jemaat Kristen disana didirikan oleh rasul Paulus ketika ia memberitakan injil di kota tersebut.

Situasi di Tesalonika saat itu telah terjadi penganiayaan oleh penduduk Tesalonika kepada umat Kristen mula-mula disana sehingga terjadi perdebatan antara jemaat yang satu dengan lainnya terkait ajaran yang di sampaikan oleh rasul Paulus karena sebagian jemaat masi hidup dalam penyembahan berhala.

Sebagai rasul, Paulus terus memberikan semangat dan dukungan kepada jemaat di Tesalonika untuk hidup dalam kesucian dan kekudusan hidup sehingga dalam ayatnya yang ke 19 di katakan “Jangan padamkan Roh”  atau kalau dalam Alkitab Bahasa Sehari-Hari di katakan “Jangan mengekang Roh Allah”.

Tentu ada alasan yang mendasar sehingga rasul Paulus menulis dalam suratnya kepada Jemaat di Tesalonika untuk tidak memadamkan Roh yakni bahwa setiap jemaat harus dapat menguji dan mengenal roh yang ada di dalamnya apakah roh tersebut adalah roh yang benar atau tidak.
Hal tersebut di tekankan oleh rasul Paulus karena jemaat di Tesalonika juga di perhadapkan dengan keberadaan nabi-nabi palsu yang terus berusaha dengan berbagai cara untuk mempengaruhi kepercayaan mereka kepada Allah yang telah mengutus putra-Nya Tuhan Yesus Kristus untuk menebus dosa umat manusia.


Kebenaran firman Tuhan juga mau mengajarkan kepada kita bahwa kita juga jangan padamkan Roh yang ada di dalam kita tetapi kita harus menguji roh-roh tersebut dan semua ajaran-ajaran yang yang berada di sekitar kita  karena setiap roh dan juga ajaran yang tidak menyangkal Yesus Kristus adalah Tuhan yang telah menyelamatkan manusia oleh pengorbanan dan kematian-Nya adalah berasal dari Allah.

Minggu, 18 Juni 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 18 JUNI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 18 Juni 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. M. Amasaman, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab 1 Yohanes 4:1-6 “Roh Allah dan roh antikristus”

Dalam kotbahnya Pdt. M. Amasaman mengatakan bahwa Roh Allah di curahkan Kedalam kehidupan kita dan selalu menuntun kita untuk mengakui Dia sebagai Allah Bapa di sorga Sang pencipta dan pemelihara dan Roh itu juga yang menuntun kita untuk menyatakan bahwa Yesus Kristus sebagai Anak Allah dan telah menyatakan diri-Nya sebagai manusia untuk menebus dan meyelamatkan manusia.

Keberadaan Roh Allah atau Roh Kudus di dalam diri kita sebagaimana telah di janjikan oleh Yesus bahwa setelah Dia kembali kepada Bapa di sorga, Dia juga akan mengutus seorang penolong yaitu Roh Kudus kepada kita untuk menuntun kita dalam menjalani kehidupan ini dan Roh tersebut telah kita terima dan tinggal di dalam kehidupan kita.

Dengan kita menerima Roh Kudus atau Roh Allah seharusnya kita menyadari bahwa Roh yang berada di dalam kita lebih besar dari roh duniawi ini dan kita dapat membedahkan mana Roh yang berasal dari Allah dan roh yang berasal dari dunia ini sebagaimana pembacaan firman Tuhan saat ini dalam ayat 2 & 3 “Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia”

Saat ini banyak kasus bahwa para pelaku kejahatan dapat membuat lebih dari satu kartu identitas atau KTP palsu dengan maksud untuk mengelabuhi identitas dia yang sebanarnya dan kita sulit untuk mengetahui dengan pasti aktifitas dia, apakah dia sebagai perampok, teroris atau juga penjahat. Tetapi untuk membedahkan rupah-rupah roh bagi anak-anak Tuhan yang telah menerima pencurahan Roh Kudus dalam hidupnya sangatlah muda.

Kita dapat melihat kehidupan seseorang jika dia rajin datang ke gereja, merenungkan Firman Tuhan siang dan malam dan selalu mengucap syukur dalam hidupnya sudah jelas bahwa hidupnya di pimpin oleh Roh Kudus atau Roh Allah, tetapi setiap orang yang hidupnya tidak karuan dan mementingkan hal-hal duniawi bahkan menyangkal keilahian Yesus Kristus sudah tentu bahwa hidupnya di pengeruhi oleh roh dunia atau antikristus dan kepada mereka kita harus waspada agar hidup kita tidak terpengaruhi dan terjerumus dalam pola hidup mereka.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua bahwa sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh menerima semua pengajaran tanpa melibatkan Roh Allah yang diam di dalam kita karena Dialah yang akan menerangkan kepada kita mana roh yang baik dan roh yang tidak baik atau roh antiktistus agar kehidupan kita selalu berkenan kepada Tuhan dan di bebaskan dari jerat dan pengaruh roh dunia ini.

Minggu, 04 Juni 2017

IBADAH HARI PENTAKOSTA KE I, MINGGU 4 JUNI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah hari Pentakosta ke I, Minggu 4 Juni 2017 di GKI Silaom Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. Linda Upessy, S.Th,M.Pd dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Kisah Para Rasul 2:1-13 “Pentakosta”

Pdt. Linda Upessy membuka kotbahnya dengan mengatakan bahwa semua kita orang dewasa yang hadir pada saat ini sudah sering atau setiap tahunnya kita merayakan hari Pentakosta atau hari turunnya Roh Kudus yang di peringati pada hari kelima puluh dari pelaksanaan perayaan Paskah.

Dan pertanyaannya apa yang kita pahami tentang Pentakosta tersebut ? Dengan usia hidup kita masing-masing harusnya kita telah dapat memaknai hari Pentakosta ini sehingga ketika anak-anak kita bertanya kepada kita tentang peristiwa Pentakosta maka kita dapat menerangkan kepada mereka dengan tepat dan benar.

Kata Pentakosta berasal dari bahasa Yunani “Pentekosta” yang berarti “lima puluh” atau hari kelima puluh setelah perayaan Paskah dan dalam tradisi Yahudi kuno pada perjanjian lama Pentakosta di rayakan sebagai hari pesta panen dan biasanya di rayakan selama tujuh pekan atau tujuh minggu dan hari kelima puluh menjadi puncak dari perayaan tersebut.

Sementara pada perjanjian baru, Pentakosta di rayakan sebagai hari turunnya Roh Kudus sebagaimana pembacaan firman Tuhan saat ini di ceritakan bahwa ketika semua orang percaya sedang berkumpul di suatu tempat dan tiba-tiba turun dari langit bunyi seperti tiupan angin keras memenuhi orang percaya yang sedang berkumpul dan lidah-lidah seperti nyala api hinggap keatas mereka dan penuhlah mereka dengan Roh Kudus dan mereka berbicara dengan berbagai bahasa seperti yang di berikan oleh Roh Kudus kepada mereka masing-masing.

Dan karena para Rasul berkata-kata dan di situ ada berbagai orang dari berbagai bangsa dan bahasa yang mengerti dengan pemberitaan mereka menggunakan bahasa mereka masing-masing membuat banyak orang menjadi tercengan-cengan atau terheran-heran dan mereka bertanya apa yang terjadi ? Dan dalam kondisi tersebut ada juga orang yang berkata bahwa para Rasul tersebut tengah mabuk oleh anggur dan kotbah Petrus pada akhirnya menerangkan kepada mereka bahwa mereka dapat berkata-kata dengan berbagai bahasa bukan karena mabuk tetapi karena kuasa Roh Kudus.


Dalam hidup kita juga harus di yakini ada Roh Kudus karena Tuhan memberikan Roh Kudus kepada semua orang percaya dan kalau kita percaya bahwa dalam hidup kita ada Roh Kudus maka kita harus tahu apa fungsi dan tujuan Roh Kudus di berikan kepada kita.

Dalam Yohanes 16:7-15 menjelaskan kepada kita tentang fungsi dan peran Roh Kudus yakni menyadarkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman serta menyampaikan kehendak Allah bagi hidup kita dan juga memimpin pada kebenaran, untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar dalam hidup kita.

Roh Kudus di berikan kepada kita untuk menjadi penuntun agar kita melakukan kehendak Allah dan hidup seturut firman-Nya.

Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. PAR Siloam.

Ibadah hari Pentakosta ke II bagi jemaat dalam rayon 1 Klasis GKI Paniai yang meliputi jemat GKI Ichtus Siriwini, GKI Paulus Sanoba Pantai, GKI Betania Asdim, GKI Efata Sanoba Dalam dan GKI Siloam Sanoba akan dilaksanakan pada hari senin, tanggal 5 juni 2017 di jemaat GKI Paulus Sanoba Pantai.

Rabu, 31 Mei 2017

IBADAH AKHIR BULAN MEI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah akhir bulan mei 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Sym. Helena Nunaki dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Efesus 2:11-22 “Dipersatukan di dalam Kristus”

Dalam kotbahnya Sym. Helena Nunaki mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang telah di tebus oleh Yesus dari kegelapan dan kini berada didalam terang sama seperti  jemaat di Efesus yang walaupun bukan orang Yahudi secara lahiria tetapi oleh iman dan percaya mereka kepada Yesus sebagai Juruselamat umat manusia maka dengan demikian mereka juga berhak menerima janji keselamatan seperti yang di janjikan oleh Allah kepada Abraham, Isak dan Yakub.

Demikian juga dengan kita saat ini yang percaya kepada Tuhan Yesus juga berhak menerima janji dan berkat yang berasal dari Allah, karena Yesus Kristus datang kedalam dunia bukan untuk menciptakan perseteruan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi secara lahiria, tetapi kedatangan-Nya untuk  mempersatukan semua orang yang percaya kepada Allah oleh pemberitaan-Nya dan Dia sendirilah yang menjadi kepala dari semua jemaat Allah.


Kita telah di pelihara oleh Tuhan Yesus hingga kini berada di akhir bulan mei 2017 dan kita akan memasuki bulan juni, tentunya kita terus memohon kasih dan perlindungan serta berkat agar kehidupan kita semua selalu di pelihara oleh-Nya.

Setelah ibadah dilaksanakan perayaan ulang tahun bagi dua orang ibu yang berulang tahun dalam bulan mei ini sebagaimana program dari unsur PW Siloam Sanoba.

Minggu, 21 Mei 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 21 MEI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 21 mei 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt. Maikel Wamafma,S.Si dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab 1 Korintus 15:50-58 “Kebangkitan tubuh”

Dalam kotbahnya Pdt. Maikel Wamafma mengatakan bahwa pada jaman pelayanan Paulus kota Korintus di kenal sebagai kota yang sangat ramai karena merupakan pusat perdanganan terbesar pada saat itu di Yunani kuno dan disana banyak hidup orang dari segalah bangsa yang secara langsung  ikut mempengaruhi karakter, sifat dan perilaku orang di Korintus termasuk juga iman jemaat Kristen di situ.

Dimana banyak pengajar dan ajaran sesat mempengaruhi kehidupan orang di Korintus dengan berbagai perilaku menyimpang yang di praktekkan seperti hubungan seksualitas yang luar biasa bejat bahkan hidup dalam pesta pora dan di gambarkan bahwa hidup orang-orang di Korintus telah jauh dari kebenaran injil.

Dengan melihat betapa rusak dan bejat kehidupan manusia di Korintus membuat Paulus tergerak untuk menulis surat kepada jemaat yang tetap setia dalam ajaran injil dan mempraktekakannya dalam kehidupan mereka di tengah kebejatan moral kebanyakan orang di Korintus.

Ada dua hal yang mendorong Paulus menulis suratnya ialah bahwa kehidupan orang di Korintus sudah tidak lagi saling menghormati dan menghargai satu dengan lainnya dan yang kedua adalah bahwa ada pengajaran sesat dan pengajar sesat yang mengajarkan ajaran mereka dengan menista kebangkitan Yesus Kristus dengan mengatakan bahwa Yesus tidak pernah bangkit dari kematian-Nya.

Alasan yang kedua tersebut menjadi dasar yang mendorong Paulus untuk segera menulis surat kepada jemaat di Korintus agar mereka tidak perlu terpengaruh dengan ajaran sesat tersebut karena mereka mengajarkan injil menurut ajaran mereka dan di putar-balikkan dengan mengatakan bahwa Yesus tidak bangkit dari kematian-Nya

Dan Paulus menulis surat kepada Jemaat di Korintus agar tidak terpengaruh dengan ajaran sesat tersebut yang hanya bermaksud membuat kemurtadan kepada Allah yang telah memberikan kasih karunia-Nya di dalam Yesus Kristus bagi keselamatan umat manusia melalui kebangkitan-Nya setelah tiga hari kematian-Nya.


Setiap orang yang percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus dan yang telah mati akan di bangkitkan pada akhir zaman pada saat bunyi nafiri yang terakhir dalam tubuh yang tidak akan binasa.

Sehingga tidak ada alasan bagi orang Kristen di Korintus untuk terpengaruh dengan berbagai ajaran dan pengajar sesat tersebut tetapi tetap setia dalam iman dan percaya mereka kepada Allah yang telah membangkitkan Yesus Kristus Tuhan kita.

Kebenaran firman Tuhan juga mau mengajarkan kepada kita semua bahwa sekalipun kita berada dalam dunia yang sudah maju dan sangat berbedah dengan kehidupan jemaat di Korintus saat itu, bahkan kita berada di abad internet yang membuat dunia seolah-olah tiada batas dan jarak, tetapi hal tersebut janganlah mempengaruhi bahkan menyesatkan iman dan percaya kita kepada berita Injil bahwa Yesus Kristus Tuhan kita telah bangkit dari antara orang mati dan megalahkan maut sehingga setiap orang yang percaya kepada-Nya akan di bangkitkan juga pada akhir zaman dengan tubuh yang mulia untuk menerima hidup yang kekal di sorga. 

Jumat, 19 Mei 2017

PAUD SILOAM BUKTI NYATA KEPEDULIAN PAR GKI SILOAM SANOBA NABIRE DALAM MENANAMKAN KARAKTER KRISTEN MELALUI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


Menanamkan karakter Kristen sesuai dengan pengajaran Tuhan Yesus yang menyambut anak-anak dengan lembut ketika Dia berbicara tentang siapa yang terbesar dalam kerajaan sorga (Matius18:1-5) adalah komitmen PAR GKI Siloam Sanoba Nabire dalam mendirikan pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pada tanggal 18 April 2017 telah di buka PAUD GKI Siloam Sanoba Nabire dengan ijin operasional nomor: 421.9/511/2017 yang beralamat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba Nabire dan untuk sementara menggunakan selasar sebelah kiri gedung gereja untuk kegiatan bermain dan belajar yang di didampingi oleh dua orang pendidik yakni ibu Paulina Rumbiak dan Dina Rumbiak.

Saat ini jumlah murid pada PAUD Siloam sebanyak 39 orang anak dan dalam tahun ajaran 2017/2018 ini juga akan di buka Taman Kanak-Kanak (TK) sebagai kelanjutan dari pendidikan PAUD saat ini.

Minggu, 14 Mei 2017

IBADAH MINGGU PAGI, 14 MEI 2017 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 14 Mei 2017 di GKI Siloam Sanoba Nabire di pimpin oleh Pdt.F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Roma 8:31-39 “Keyakinan Iman”

Dalam kotbahnya Pdt.F. Samsanoy mengatakan bahwa surat kepada jemaat di Roma ini di tulis oleh Rasul Paulus dan isinya memuat penjelasan terkait kasih karunia agar jemaat di Roma menyadari dengan sungguh kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus.

Sebagaimana kita ketahui bahwa jemaat di Roma adalah jemaat majemuk yang terdiri dari orang-orang kristen asal Yahudi dan non Yahudi dan Paulus ingin menegaskan kepada mereka bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah yang menyelamatkan manusia agar mereka tidak terpengaruh dengan kehidupan duniawi tetapi harus bersaksi tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus.

Kembali pada pembacaan firman Tuhan saat ini yang berbicara tentang iman dan di mana kita ketahui bahwa iman adalah dasar dari segalah sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segalah sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1) dan melaui pembacaan ini juga Paulus mengungkapkan tentang fakta bahwa hidup baru di dalam Kristus adalah menjadi orang-orang pilihan Allah dan untuk kitalah Allah telah menyerahkan Anak tunggal-Nya bagi penebusan dan  keselamatan kita.

Oleh kasih karunia Allah telah mengutus Anak-Nya Yesus Kristus hadir di tengah-tengah duni agar oleh kesengsaraan bahkan kematian-Nya di kayu salib dapat menyelamatkan dan  menyatukan kita semua umat manusia lewat kebangkitan-Nya setelah mengalahkan maut.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua yang telah menerima keselamatan dari Allah melalui kasih karunia-Nya di dalam Yesus Kristus yang telah menebus utang dosa kita adalah bahwa kita harus hidup dalam  kebenaran dan melakukan perbuatan yang baik serta tidak harus tinggal dalam perbuatan jahat atau duniawi yang tidak membawa kita pada keselamatan dari Allah.