Minggu, 25 September 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 25 SEPTEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi, 25 September 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire dengan pembacaan firman Tuhan dari kitab Ulangan 29:1-9 “Perjanjian dengan Allah di perbaharui” dan di pimpin oleh Pnt.D.Buinei.

Dalam kotbahnya Pnt.D.Buinei mengatakan bahwa pada minggu yang lalu kebenaran firman Tuhan berbicara soal larangan mengknsumsi anggur atau minuman keras yang memabukkan, demikian juga dengan pembacaan firman Tuhan saat ini dalam Ulangan 29:1-9 yang juga menyinggung tentang larangan meminum anggur atau minuman keras dari Tuhan yang di sampaikan oleh Musa kepada bangsa Israel saat mereka mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun. (Ayat 6 "Roti tidak kamu makan, anggur atau minuman yang memabukkan tidak kamu minum – supaya kamu tahu bahwa Akulah Tuhan, Allahmu.”)

Konsekwensi dari perjanjian tersebut bahwa bangsa Israel akan menjadi saksi Tuhan bagi bangsa-bangsa lain dengan hidup menurut ketetapan-ketetapan atau perintah-perintah Tuhan yang sama artinya dengan menjaga hidup mereka kudus, setia dan taat kepada Tuhan di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.

Perjanjian di gunung Horeb terjadi kira-kira tahun 1290 hingga 1280 SM yang menandakan terjadinya pembaruan perjanjian setelah empat puluh tahun atau setelah perjalanan melintasi padang gurun oleh bangsa Israel telah selesai.


Maksud perjanjian dengan Allah diperbaharui  adalah untuk mengingatkan kembali kepada umat Israel bahwa setelah empat puluh tahun perjalanan tersebut sudah sangat nyata pertolongan dan penyertaan Tuhan atas kehidupan mereka yang terbukti dengan tanda-tanda mujizat dan cobaan-coban yang mereka dapati.

Selama empat puluh tahun pengembaraan mereka di padang gurun dengan tuntunan Tuhan bahwa Dia telah menjaga segalah kebutuhan mereka diantaranya pakaian, kasut, makanan, serta minuman mereka, bahwa Tuhan Allah memelihara pakaian dan kasut mereka sehingga tidak menjadi rusak serta Ia menyediakan makanan dan minuman mereka oleh karena Dia mengasihi mereka.

Oleh sebab itu Musa mau mengingatkan kepada umat Israel untuk tidak berubah setia kepada Tuhan Allah ketika mereka telah masuk ke tanah perjanjian di Kanaan serta mereka jangan hidup terpengaruh dengan kebiasaan bangsa-bangsa lain di sekitar mereka dan berbalik meninggalkan Tuhan Allah nenek moyang mereka yakni Abraham, Ishak dan Yakub.

Begitu juga dengan kehidupan kita saat ini bahwa kita telah melewati hari, minggu, bulan dan tahun dalam kehidupan kita hingga saat ini walau banyak tantangan dan rintangan serta cobaan hidup kita hadapi tetapi sebagai orang percaya kita harus bersyukur atas semua hal tersebut karena Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri tetapi Dia selalu ada dan menyertai, menuntun serta memberkati langka hidup kita.




Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG El Sadai, Solo adik Iken dan Trio PW Siloam.

Minggu, 18 September 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 18 SEPTEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


“Orang mabuk tidak berguna dalam keluarga, masyarakat, gereja bahkan pemerintah karena orang mabuk dipandang sebagai perusak dan tidak dapat berbuat apa-apa, hanya kekacauan saja yang di buatnya”
Demikian kutipan kotbah Ibadah Minggu Pagi, 18 September 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire yang di pimpin oleh Pdt. J. Mbaubedari,S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Amsal 23:29-35.

Dalam kotbahnya Pdt. J. Mbaubedari mengatakan bahwa pembacaan firman Tuhan saat ini yang di turunkan oleh Komisi Pekabaran Injil (PI) Tingkat Klasis GKI Paniai masi berbicara tentang bahaya meminum anggur atau minuman keras yang memabukan dan khusus Amsal 23:29-35 adalah suatu pengajaran yang di berikan oleh pengamsal terkait moral dan etika kehidupan orang-orang kristen sebagai orang yang percaya kepada Tuhan.

Disana dikatakan “Siapa mengaduh? Siapa mengeluh? Siapa bertengkar? Siapa berkeluh kesa? Siapa mendapat cidera tanpa sebab? Siapa merah matanya? Yakni mereka yang duduk dengan anggur sampai jauh malam, mereka yang datang mengecap anggur campuran” (Amsal 23:29,30)

Pengajaran tersebut mengajarkan tentang anggur yang adalah bagian dari minuman keras atau dalam definisi bahasa Ibrani adalah sesuatu yang merusak tubuh, menghancurkan seluruh tubuh tetapi juga membuat manusia tidak sadarkan diri dan akhirnya berada di jalan yang salah dan masuk kedalam kebinasaan.

Minuman keras pada saat ini banyak macamnya dan di jual dengan berbagai merk serta kadar alkohol yang berbedah tetapi kita kembali pada pengajaran firman Tuhan di dalam Amsal bahwa minuman keras atau alkohol pada semua level alkohol yang terkandung di dalamnya merupakan minuman yang merusak tubuh.


Pembacaan kita saat ini mengambarkan tentang orang yang suka mabuk akibat dari minum anggur yakni tidak sadarkan diri dan merusak seluruh moral dan etika. Ayat 33. Lalu matamu akan melihat hal-hal yang aneh dan hatimu mengucapkan kata-kata yang kacau. 34. Engkau seperti orang di tengah ombak laut, seperti orang diatas tiang kapal.

Kita bisa melihat bagaimana tingka laku dari orang yang mabuk berjalan dengan sempoyongan, berbicara tidak jelas serta tidak tahu apa yang dilakukan bahkan dapat melakukan persinaan tanpa di sadari serta merusak bendah-bendah di rumah sendiri, melakukan KDRT kepada istri dan anak-anak dan semua itu dilakukan tanpa di sadari karena mabuk.

Orang mabuk tidak berguna dalam keluarga, masyarakat, gereja bahkan pemerintah karena orang mabuk dipandang sebagai perusak dan tidak dapat berbuat apa-apa, hanya kekacauan saja yang di buat.

Mabuk  sangat berpengaruh dalam kehidupan yang membuat kita menjadi rusak dan kehidupan kita tidak baik, hidup kita tidak berguna dan berarti bahkan kesehatan kita, tubuh kita juga tidak sehat sehingga usia kita bisa di tekan dari yang harusnya bisa sampai 70 tahun sesuai firman Tuhan tetapi akibat dari sering minum anggur atau minuman keras yang mengandung alkohol membuat kita dapat mati pada usia mudah.

Hal yang terpenting dalam pembacaan saat saat ini supaya kita di ingatkan agar anggur atau minuman keras tersebut jangan masuk dan membius serta membias dalam kehidupan kita karena kita telah tahu akibat-akibat buruk yang dapat di akibatkan karena meminum anggur atau minuman keras tersebut.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG PKB Siloam

Kamis, 15 September 2016

IBADAH GABUNGAN PERSEKUTUAN WANITA (PW) SEKOTAWI GKI TINGKAT KLASIS PANIAI DI PUSATKAN DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Bertempat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba sore hari ini, kamis 15 september 2016 telah dilakukan ibadah gabungan Persekutuan Wanita (PW) Sekotawi GKI Tingkat Klasis Paniai.

Ibadah ini dipimpin oleh Pdt. Ema Windesi,S.Pak dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Amsal 19:13: Anak bebal adalah bencana bagi ayahnya, dan pertengkaran seorang istri seperti tiris yang tidak henti-hentinya menitik.

Dalam kotbahnya Pdt. Ema Windesi memberikan suatu judul bagi bagi pembacaan firman Tuhan saat ini yakni dengan lidah seorang wanita dapat membangun maupun menjatukan keluarganya. Dengan lidah kita dapat mengobati tetapi dengan lidah yang sama juga kita dapat membunuh.

Ayat firman Tuhan saat mengatakan bahwa lidah yang di pakai seorang istri untuk bertengkar di ibaratkan sebagai tiris yang tidak henti-hentinya menitik. (Tiris adalah rembesan yang terjadi pada atap atau genteng dikalah hujan)

Sehingga seorang istri akan membangun rumah tangganya jika ia menjaga lidahnya dari yang jahat (Mazmur 34:14: Jagalah lidahmu terhadap yang jahat, dan ucapan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu.)
Oleh sebab itu setiap ibu atau istri harus menjaga lidahnya dengan tidak mengatakan hal-hal kejahatan tetapi kita pakai untuk memuji Tuhan.


Tetapi pada kenyataannya kita lebih cenderung menggunakan lidah kita sebagai alat dosa di tengah keberadaan dan kehidupan kita masing-masing.

Melalui pembacaan firman Tuhan saat ini pemazmur dengan tegas mengingatkan kita semua secara khusus bagi kaum ibu atau wanita agar menjaga diri, supaya kita jangan mati karena dosa yang diakibatkan oleh lidah kita.

Kebenaran firman Tuhan saat mau mengajarkan kita semua bahwa Tuhan akan memberkati ibu rumah tangga yang tahu menggunakan lidahnya dengan baik.

Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. PW Sola Scriptura Kaliharapan, VG PW Sion Kampung Harapan, PS. PW Betania, PS. PW Siloam Sanoba, PS. PW Ichtus dan PS. PW Viadolorosa Batalyon 753/AVT

Setelah ibadah Ketua PW Tingkat Klasis GKI Paniai Ibu Magdalena Aronggear melakukan absensi kehadiran dan menyampaikan bahwa ibadah Pessekutuan Wanita (PW) Sekotawi Klasis GKI Paniai akan dilaksanakan di GKI Viadolorosa Batalyon 753/AVT.

Dan  kelompok yang akan membawa puji-pujian adalah PS Pw Solavide KPR, PW Sion Kampung Harapan, PW Imanuel Kota Lama, PW Maranata Malompo Dan PW Ichtus Siriwini.

VG PW SOLA SCIPTURA KALIHARAPAN

VG PW SION KAMPUNG HARAPAN

PS PW BETANIA ASDIM SIRIWINI

PS PW SILOAM SANOBA

PS PW ICHTUS SIRIWINI

PS PW VIADOLOROSA YONIF 753/AVT

Minggu, 11 September 2016

IBADAH MINGGU PAGI, 11 SEPTEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


"Ada orang yang menggunakan minuman keras untuk menutupi rasa bersalah pada diri mereka padahal minuman keras atau alkohol merupakan sumber permasalahan bagi diri pribadi keluarga dan bermasyarakat"

Ibadah Minggu Pagi, 11 September 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire yang di pimpin oleh Pdt. F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Yesaya 5:11-24 “Peringatan tentang pelbagai keburukan”

Dalam kotbahnya Pdt.F. Samsanoy mengatakan bahwa sebagaimana judul dari pembacaan firman Tuhan pada saat minggu pagi ini adalah “Peringatan tentang pelbagai keburukan” yang isinya termuat ancaman dari Allah terhadap orang Israel yang suka hidup bergaul dengan anggur yang mengakibatkan mereka mabuk.

Kalau kita baca secara keseluruhan isi pasal 5:1-7 dari kitab Yesaya disana di katakan bahwa Israel sebagai lambang dari kebun anggur yang akan di musnakan oleh Allah melalui musu-musu mereka akibat dosa-dosa mereka.

Kemudian pada ayat 8-24 secara spesifik nabi berbicara tentang peringatan terhadap sifat-sifat dan pengaruh dari umatnya yang mempunyai kebiasaan mengkonsumsi minuman keras atau alkohol.

Kalau kita ikuti berita saat ini di Amerika Serikat alkohol masi merupakan pembunuh nomor satu bagi kehidupan manusia, minuman keras atau alkohol tersebut merusak sel-sel otak yang tidak akan pernah bisa pulih kembali, serta berpengaruh pada kesehatan jantung dan hati (lever).

Alkohol juga dapat mempengaruhi kerusakan pada pandangan mata, kemampuan berbicara maupun koordinasi semua organ tubuh maupun bisa menutupi  kecenderungan rasa malu dan bersalah.

Biasanya ada beberapa alasan untuk membenarkan diri dari parah pemabuk yang sering atau suka mengkonsumsi alkohol yakni:
1.      Untuk mengatasi rasa sedih dan batin yang tertekan;
2.      Untuk melenyapkan rasa tidak nyaman terhadap dirinya;
3.      Untuk melenyapkan rasa rendah diri dan
4.      Untuk melarikan diri dari alam yang nyata.


Ada orang yang menggunakan minuman keras untuk menutupi rasa bersalah pada diri mereka padahal minuman keras atau alkohol merupakan sumber permasalahan bagi diri pribadi keluarga dan bermasyarakat.

Kita bisa lihat bagaimana gerak gerik seseorang jika mabuk karena minuman keras pasti jalannya terhuyun-huyun dan berbicara tidak karuan serta tidak sadar dengan apa yang di lakukan. Contoh bapak-bapak yang mabuk ketika pulang ke rumah bisa saja istri menjadi sasaran kemarahan karena mabuk serta tidak kontrol diri  bahkan bisa terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hal-hal tersebut diatas dilakukan oleh mereka yang suka meminum minuman keras atau beralkohol karena mereka tidak pernah menyadari bahwa Yesus adalah sahabat yang sejati yang mampu membawa serta mengangkat setiap beban, baik kesedihan, tekanan batin, rasa tidak nyaman, rendah diri dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu jika kita telah memahami akibat dan hakekat minuman keras atau alkohol janganlah kita mau coba-coba dan terjerumus di dalamnya karena kita telah tahu dampak dan bahaya mengkonsumsi minumankeras  atau alkohol tersebut yang dapat merusak kehidupan kita masing-masing.

Hanya Yesus-lah jalan keluar bagi setiap pergumulan dan beban hidup kita, serta jangan memberi diri kita menjadi pemabuk atau peminum minuman keras atau alkohol.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. Majelis Siloam dan Solo Majelis Siloam.

Minggu, 04 September 2016

IBADAH MINGGU PAGI 4 SEPTEMBER 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah Minggu Pagi 4 september 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire yang di pimpin oleh Vicaris Alindia Christians,S.Th dengan mengambil pembacaan Firman Tuhan dari Kitab Amsal 20:1-4.
(Nats pembacaan Amsal:20:1 “Anggur adalah pencemoho, minuman keras adalah peribut, tidaklah bijak orang yang terhuyun-huyun karenanya”)

Dalam kotbahnya Vicaris Alindia Christians mengatakan bahwa kebanyakan orang saat ini lebih mengutamakan kesenangan jasmani dari pada yang lainnya dan ada juga orang yang berprinsip masa kecil bahagia, masa muda foya-foya dan masa tua kaya raya. Orang –orang dengan prinsip hidup yang demikian di sebut dengan kaum hedoisme atau orang-orang yang hidup di dunia ini dengan hanya mengejar kesenangan jasmani atau kepuasan jasmani baik harta atau materi.

Hidup dengan hanya mengejar kesenangan jasmani atau materi saja memang tampak menyenangkan tapi pada akhirnya akan menyengsarakan.

Suatu contoh yang nyata bahwa pada umumnya orang yang pada masa muda suka berfoya-foya sudah pasti pada masa tua akan sengsara dan jatuh miskin dan terluntah-luntah sebab walaupun terdapat banyak harta dan warisan yang di miliki oleh seseorang pasti habis juga jika dia hidup dengan berfoya-foya.

Selain hal di atas juga berlaku bagi orang yang hidup bersenang-senang, mabuk-mabukan, kehidupan malam, sex bebas, perjudian, narkoba dan makan minum yang berlebihan selain merusak tubuh jasmani juga keluarga dan masa depan.

Pembacaan firman Tuhan saat ini sebagaimana terambil dari Amsal 20:1-4 menggambarkan sifat dan akibat buruk dari minuman yang di fermentasi atau mengandung alkohol. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa minuman beralkohol tersebut sendiri telah di kutuk oleh Tuhan berikut dengan dampak-dampaknya diantaranya mencemoho atau sikap menghina akan hal yang baik. Minuman beralkohol seringkali membawa permusuhan di dalam keluarga dan masyaraakat di mana tempat kita berada dan bekerja serta merupakan sumber keributan dan perpecahan. 


Orang yang terhuyun-huyun karena minuman keras sehingga berpikir bahwa minuman yang memabukkan dapat di terima jika di minum hanya sedikit saja, tetapi yang sebenarnya bahwa jika kita meminumnya walaupun hanya sedikit saja dengan demikian kita telah mengabaikan perintah dan larangan Tuhan terkait minuman keras  di dalam Alkitab.

Sebegitu sayang-Nya Tuhan kepada kita manusia sehingga Dia mengingatkan dan menasehati kita semua terkait minuman beralkohol, namun dalam kenyataan hidup sebagai manusia kita sendiri tidak menyayangi tubuh yang adalah bait Allah.

Hidup dalam kemabukan membuat kita terlena dan tidak bisa berpikir baik terkait dampak yang di timbulkan oleh minuman keras yang kita konsumsi.

Minuman keras juga mengakibatkan seseorang merasa pening pada kepala sehingga bisa melupakan masalah, berpikir secara keliru dan melakukan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan. Dan pertanyaannya adalah dimanakah tanggung jawab kita sebagai orang kristen yang harus menjaga kesucian hidup, dan dimana tanggung jawab kita sebagai warga masayarakat yang baik dalam membantu memberantas minuman keras ?

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita untuk tidak memakai alasan-alasan untuk tetap tinggal dalam perlakuan yang salah dengan menikmati kenikmatan yang sesaat termasuk mengkonsumsi alkohol, tetapi hendaknya kita tetap berpegang pada Tuhan karena Tuhan-lah yang mengatur kehidupan kita dan dapat memberikan jalan keluar dari setiap permasalah dan pergumulan hidup kita.

Tubuh kita aadalah bait Allah yang harus di jaga dan tidak boleh di rusak oleh hal-hal yang telah dilarang oleh Tuhan di dalam Alkitab termasuk mengkonsumsi minuman keras atau beralkohol.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. PAR Siloam dan VG. Pengasuh Sekolah Minggu Siloam. 

Minggu, 28 Agustus 2016

IBADAH PEMBUKAAN KATEKISASI BAGI CALON SIDI JEMAAT GKI SILOAM SANOBA NABIRE DI LAKSANAKAN MINGGU SORE DI GEDUNG GEREJA


Bertempat di gedung gereja GKI Siloam Sanoba, minggu sore (28/08) telah dilaksanakan  ibadah pembukaan pelaksanaan katekisasi bagi calon sidi jemaat dalam lingkup GKI Siloam Sanoba Nabire.

Pembukaan katekisasi ini di awali dengan ibadah pembukaan yang di pimpin oleh Pdt.F. Samsanoy, S.Th dengan mengambil pembacaan firman Tuhan dari kitab Mazmur 67:1-8 ‘Nyanyian syukur karena segalah berkat Allah”

Dalam renungan singkatnya Pdt.F. Samsanoy mengatakan bahwa sudah seharusnya sebagai orang percaya kita mengucap syukur kepada Allah dalam segalah hal pada langka kehidupan kita, karena segalah sesuatu adalah milik dan kepunyaan-Nya dan kita manusia adalah ciptaan-Nya yang di jadikan untuk merawat dan memelihara bumi.


Setelah ibadah pembukaan di lakukan dengan penyampaian arahan oleh Ketua PHMJ GKI Siloam Sanoba Pdt. F. Samsanoy,S.Th terkait pelaksanaan katekesasi serta peran orang tua dalam mendorong serta memberi motifasi kepada anak-anak untuk datang mengikuti setiap materi yang di berikan oleh penyaji yang berasal dari Pendeta, Penatua dan Syamas dalam jemaat GKI Siloam. Karena katekisasi adalah salah satu syarat yang harus di ikuti sebelum seseorang di tegukan dalam sidi.

Sementara Sekretaris Jemaat GKI Siloam Sanoba dalam kesempatan tersebut mengingatkan kepada peserta katekisasi dan juga orang tua atau wali agar mengumpulkan foto copy surat nikah orang tua dan babtis dari peserta katekisasi sebagai syarat administrasi serta mengatakan bahwa pelaksanaan ketekisasi akan di laksanakan selama enam bulan dengan intensitas pertemuan selama satu jam perpertemuan dan dalam satu minggu akan dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu jam 16:00 Wit s/d 17:00 Wit.


Pelaksanaan Katekisasi di Jemaat GKI Siloam pada saat ini di laksanakan berdasarkan hasil sidang jemaat GKI Siloam Sanoba ke-2 Tahun 2016 dengan jumlah peserta sebanyak 19 orang yang terdiri dari laki-laki 14 orang dan perempuan sebanyak 5 orang.

Pembukaan katekisasi saat ini di samping di hadiri oleh peserta katekisasi dan unsur PHMJ GKI Siloam Sanoba, juga di hadiri oleh orang tua atau wali dari peserta katekisasi dan majelis jemaat serta pengasuh sekolah minggu.

Umumnya peserta katekisasi pada jemaat GKI Siloam berasal dari kelas remaja Alkitab pada Persekutuan Anak dan Remaja (PAR) GKI Siloam Sanoba dan sesuai jadwal akan dilakukan peneguan sidi bagi peserta katekisasi saat ini pada bulan april 2017.

IBADAH MINGGU PAGI 28 AGUSTUS 2016 DI GKI SILOAM SANOBA NABIRE


Ibadah minggu pagi 28 agustus 2016 di GKI Siloam Sanoba Nabire dengan mengambil pembacaan firman Tuhan Mazmur 115:16-18 “Kemuliaan hanya bagi Tuhan” serta di pimpin oleh Pnt.L.Sirloy.

Membuka kotbahnya Pnt.R.Sirloy mengatakan bahwa pada jaman yang lalu ketika mau menyampaikan pesan orang menggunakan beberapa cara yakni melalui orang dan orang ini yang akan memberitahukan pesan kepada penerima pesan, ada juga yang mengikat dengan tali pesan yang di tulis pada tangan pembawa pesan hingga pesan tersebut sampai kepada penerima pesan dan ketika telah sampai kepada penerima pesan maka penerima pesanlah yang akan membuka tali tersebut dan membaca pesan dari pengirim pasan.

Bahkan di jaman purba kabar atau pesan yang di sampaikan secara estafet dari satu orang kepada orang lain hingga pesan itu sampai kepada penerima pesan yang dituju, begitu juga menggunakan hewan dan umumnya yang di gunakan adalah burung baik merpati maupun elang yang telah di latih khusus untuk menyampaikan pesan.

Proses mengirim pesan berkembang hingga menggunakan surat maupun telegram dan hingga saat ini telah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi baik Handpone maupun komputer telah membuat kita dapat mengirim pesan baik dengan suara maupun hanya teks dalam hitungan sepersekian detik telah dapat di terima oleh orang yang di tuju atau penerima pesan.

Pembacaan firman Tuhan saat ini yang terambil dari kitab Mazmur 115 merupakan puisi yang di bacakan dalam Sinagog atau rumah-rumah ibadah orang Yahudi.

Kalau kita baca secara keseluruhan Mazmur 151 dari ayat 1 hingga ayat ke 15 di sana pemazmur katakan bahwa media yang mereka pakai untuk memuji Tuhan adalah salah, mereka membuat patung yang menyerupai manusia dan menganggapnya Tuhan, punya mata tetapi tidak melihat, punya telingga tetapi tidak dapat mendengar, punya kaki dan tangan tapi tidak dapat bergerak bahkan punya mulut tapi tidak dapat berkata-kata atau bersuara. Dan media inilah yang mereka pakai untuk menyembah Tuhan tetapi sesungguhnya salah.

Dan ketika mereka di tanya di mana Tuhan berada mereka katakan bahwa Tuhan ada di sorga, tetapi ketika mereka mau menyembah-Nya justru mereka datang kepada patung karena mereka beranggapan bahwa patung tersebut dapat menyampaikan keluhan dan permasalahan mereka kepada Tuhan.

Dan pertanyaannya adakah orang percaya di jaman ini yang berlaku seperti itu ? Jawabannya adalah ada, dimana orang lebih senang lari kepada dukun dan bentuk kejahatan lainnya ketika mereka merasa bahwa hidup mereka terhimpit, dan penyakit mereka tidak kunjung sembuh. 
Padahal justru yang terjadi adalah mereka sedang menyerahkan hidup mereka sepenuhnya kedalam kendali roh jahat yang di gunakan oleh para dukun atau orang pintar tersebut yang pada akhirnya akan merusak hidup dan keimanan mereka kepada Tuhan yang benar.

Kebenaran firman Tuhan mau mengajarkan kepada kita semua bahwa sebagai orang percaya kita harus percaya dengan sungguh-sungguh bahwa Tuhan itu ada dan bahwa Dia mendengar setiap doa dan pergulan kita, Dia melihat apa yang kita lakukan dan Dia berbicara melalui firman dan hamba-hamba-Nya untuk menasihati kita dan menuntun kita kepada pertobatan.

Tuhan hanya sejauh doa dan doa adalah pesan yang sempurna dari kita manusia kepada Tuhan dan setiap doa orang percaya pasti di dengar oleh Tuhan dan Tuhan menjawab seturut dengan kehendak-Nya sesuai kebutuhan kita.

Selagi kita hidup marilah kita mengucap syukur kepada Tuhan sebab jika kita telah mati atau meninggal maka tidak ada lagi waktu dan kesempatan untuk memuji Dia, kita hanya tinggal menantikan saat dan waktu pengahakiman. (band.Ayat 17)
Tuhan Yesus memberkati.


Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh VG. Wyik 2 Siloam